Musim Hujan, Sampah Sungai dan Saluran Air di Denpasar Meningkat hingga 3,6 Ton per Hari

1000548003
Penanganan sampah di Tukad Badung dan saluran air yang dilakukan petugas PUPR.

DENPASAR-fajarbali.com | Persoalan klasik terkait tumpukan sampah tampaknya masih menjadi perhatian jajaran Dinas PUPR Kota Denpasar. Rutinitas penggelontoran sampah pada saluran serta sungai masih harus terus digenjot.

Terlebih memasuki musim hujan, volume sampah yang terbawa arus dan menumpuk di sungai serta saluran drainase di Kota Denpasar mengalami peningkatan. Tambahan sampah akibat hujan dalam beberapa hari terakhir diperkirakan mencapai 3,6 ton per hari.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya, mengatakan peningkatan tersebut terpantau di sejumlah titik aliran sungai dan saluran drainase.

Meningkatnya volume sampah sungai tidak terlepas dari perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, termasuk ke aliran sungai. "Masih ada kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan termasuk got maupun sungai," ungkap Ngurah Artha Jaya, Rabu (28/10/2026).

Selain perilaku masyarakat, peningkatan debit air saat hujan juga berpotensi menyebabkan sampah yang berada di wilayah hulu maupun sepanjang aliran sungai terbawa arus menuju hilir atau ke arah selatan' sehingga kondisi ini memicu penumpukan sampah di sejumlah titik.

Dinas PUPR Kota Denpasar melalui Bidang SDA telah melakukan pembersihan di lokasi yang mengalami penumpukan sampah maupun penyumbatan aliran sungai dan saluran drainase.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus meminimalkan potensi genangan akibat sampah yang menghambat aliran.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top