Murid SMP Nasional dan SMKS Teknologi Nasional Denpasar Diminta Lanjutkan Perjuangan Pahlawan

IMG-20260818-WA0005
Sekretaris Perdiknas Denpasar Dr. Ketut Gede Sri Diwya, S.T., M.Int.Bus., M.Inf.Tech., selaku Pembina Upacara Bendera Peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) bertempat di Halaman Perdiknas, Jln. Tukad Yeh Aya 15 Denpasar. [foto: IGA. Adnyana]

DENPASAR-fajarbali.com | Upacara peringatan detik-detik Proklamasi tersebut diikuti oleh guru, pegawai dan seluruh keluarga besar SMP Nasional serta SMKS Teknologi Nasional yang berada di bawah naungan Perdiknas. 

Selaku pembina upacara, Sri Diwya mengingatkan jajarannya untuk meneladani semangat perjuangan Pahlawan terdahulu. Kemudian, mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. 

Menurut Sri Diwya, meksipun negara Indonesia telah merdeka, bukan berarti perjuangan berhenti. Justru generasi muda dituntut berjuang lebih keras lagi karena tantangan tidak kalah berat.

"Kalau dulu kan musuh kita secara ciri fisik bisa dibedakan. Sekarang, perjuangan generasi muda melawan kebodohan, perilaku negatif, menghindari seks bebas, narkoba hingga dampak negatif teknologi," jelas Sri Diwya. 

Untuk itu, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi pelajar di semua unit. Hal ini penting sebagai fondasi pengetahuan. Jangan sampai jadi orang cerdas tapi tidak berkarakter positif. 

Ia menambahkan, upacara bendera peringatan proklamasi bukan sekadar seremoni tahunan. Proklamasi merupakan tonggak penting yang menandai lahirnya Indonesia sebagai bangsa yang merdeka sekaligus menjadi pengingat atas perjuangan panjang para pendahulu bangsa.

"Itulah sebabnya upacara peringatan kemerdekaan tetap penting dilaksanakan, termasuk di satuan pendidikan," ungkapnya. 

Kegiatan upacara seperti ini, lanjut dia, juga bermanfaat sebagai proses pembentukan karakter, terutama untuk menumbuhkan kedisiplinan, nasionalisme, dan semangat kebangsaan. 

Ia mendorong kecintaan terhadap Indonesia tidak cukup diwujudkan melalui simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kebersihan, serta ikut mempertahankan kelestarian alam. 

Misalnya hal yang paling sederhana, yakni tidak membuang sampah sembarangan dan membiasakan diri mengelola sampah secara bertanggung jawab.

"Nasionalisme itu dimulai dari hal paling sederhana di kehidupan sehari-hari. Saling menghormati antar-teman, guru, mencintai lingkungan, rajin berdoa dan tetap berbuat baik. Tunjukkan prestasi kalian sebagai pelajar. Itulah bagian dari nasionalisme," pungkasnya. [gde]

BACA JUGA:  Kelas Pintar Dukung Seluruh Kegiatan Pembelajaran dengan AI

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top