Yudisium ke-80 Fakultas Sastra Unwar, 80 Persen Lulusan Sudah Bekerja

IMG-20260818-WA0002
Yudisium dan Pelepasan Sarjana ke-80 Fakultas Sastra Unwar, di Prama Sanur Beach Hotel, Sanur, Sabtu (15/8). [foto: ist]

DENPASAR-fajarbali.com | Kabar membanggakan dari Fakultas Sastra Universitas Warmadewa (Unwar). Sebanyak 20 mahasiswa resmi menyandang status sebagai alumni setelah mengikuti Yudisium dan Pelepasan Sarjana ke-80 yang digelar di Prama Sanur Beach Hotel, Sanur, Sabtu (15/8).

Yudisium tersebut menjadi tonggak penting bagi para lulusan setelah menuntaskan seluruh rangkaian pendidikan dan memenuhi beban akademik yang dipersyaratkan. Namun, bukan hanya kelulusan yang menjadi catatan istimewa dalam yudisium kali ini. Dari 20 lulusan yang dilepas, sebanyak 80 persen di antaranya diketahui telah bekerja.

Dekan Fakultas Sastra Unwar, Dr. Drs. I Wayan Ana, M.Hum, dalam sambutannya mengatakan, yudisium merupakan tahapan akademik yang menandai pengumuman nilai akhir mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh beban studi. Pada periode ini, para peserta yudisium telah menempuh sebanyak 147 SKS melalui berbagai proses akademik yang telah ditetapkan.
“Yudisium Fakultas Sastra Unwar yang ke-80 ini diikuti 20 yudisiawan dan yudisiawati. Terdiri dari 12 perempuan dan delapan laki-laki,” jelasnya.

Menurutnya, angka 80 persen lulusan yang telah bekerja menjadi hal yang sangat membanggakan bagi fakultas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lulusan Fakultas Sastra Unwar memiliki bekal yang cukup untuk memasuki dunia kerja bahkan sebelum prosesi pelepasan dilaksanakan.

“Yang istimewa untuk yudisium ke-80 ini, dari 20 lulusan, 80 persen sudah bekerja. Ini yang sangat membanggakan,” ujarnya.

I Wayan Ana menilai, keberhasilan lulusan tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik yang diraih selama berada di bangku kuliah. Lebih dari itu, kemampuan untuk mengimplementasikan ilmu dan memasuki dunia kerja juga menjadi indikator penting keberhasilan pendidikan.

Dengan bekal ijazah sarjana yang telah diperoleh, para lulusan diharapkan mampu melanjutkan karier di tempat kerja masing-masing maupun membuka peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

BACA JUGA:  Memuaskan! Hasil Try-out Peserta PPA AAI ON Denpasar

Tak berhenti pada ijazah, Fakultas Sastra Unwar juga memberikan bekal tambahan yang dinilai semakin memperkuat daya saing para lulusan. Pada yudisium ke-80 ini, seluruh 20 lulusan dibekali sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Sertifikat tersebut menjadi bagian dari pendamping ijazah yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi lulusan ketika memasuki persaingan dunia kerja. Berbeda dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang selama ini dikenal, sertifikat kompetensi tersebut diterbitkan oleh LSP P3 yang terafiliasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Pendamping ijazahnya kali ini luar biasa. Dikeluarkan oleh LSP P3, artinya LSP dari BNSP yang bereputasi internasional,” terang Dekan Ana.

Ia menjelaskan, sertifikat kompetensi tersebut memiliki masa berlaku selama tiga tahun dan dapat menjadi salah satu modal bagi lulusan dalam mengembangkan karier, termasuk membuka peluang kerja yang lebih luas.

Dengan sertifikat kompetensi tersebut, para lulusan tidak hanya membawa pulang ijazah sarjana, tetapi juga bukti kompetensi yang diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan daya saing mereka di dunia profesional.
“Artinya sertifikat ini bisa digunakan di tingkat internasional dan berlaku selama tiga tahun,” imbuhnya.

Sementara itu, predikat lulusan terbaik pada Yudisium dan Pelepasan Sarjana Fakultas Sastra Unwar ke-80 diraih oleh Ni Nyoman Ayu Indra Dewi, S.S.
Yudisium ke-80 pun menjadi penanda berakhirnya satu perjalanan akademik sekaligus awal perjalanan baru bagi 20 lulusan Fakultas Sastra Unwar.

Dengan 80 persen lulusan telah bekerja serta tambahan sertifikat kompetensi, mereka diharapkan mampu melangkah ke dunia profesional dengan bekal yang semakin lengkap dan membawa nama baik almamater. [gde/gde]

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top