Tiba tiba saja, datang mobil warna hitam (sejenis Avanza atau Innova) langsung mundur tepat dibelakang mobil pembawa uang. Dua perampok turun dan langsung melumpuhkan Mikael.
"Dua orang turun dari pintu sebelah kiri. Saya lihat orang itu mendekati dan langsung menyemprot sesuatu ke mata saya. Mata saya perih dan kepala pusing," ungkap pria tinggal di seputaran Tukad Badung Panjer itu.
Setelah disemprot dengan cairan, security Mikael langsung pingsan dan tertidur di lantai depan ATM. Hal yang sama dialami sopir PT Andalan, I Gede Mardika. Pria yang tinggal di Dalung itu kaget setelah melihat dua orang turun dari mobil dan salah seorang memecahkan kaca depan kanan mobil dengan mengggunakan palu.
Setelah kaca mobil pecah, para perampok menyemprotkan cairan ke wajahnya dan kemudian menganiaya dengan cara menginjak-injak tubuhnya. "Mata saya disemprot cairan sehingga mata saya pedih. Setelah itu pintu dibuka dan saya diseret sambil diinjak- injak," kata Mardika ke polisi.
Beda yang dialami staff PT Andalan, Komang Antony tinggal di Pemogan, Denpasar Selatan. Setibanya di ATM BCA Mumbul, ia kemudian buang air kecil dan sempat melihat ada mobil diseberang jalan. Selesai buang air kecil, ia kemudian menuju mobil karena rekannya Mikael sudah membuka pintu belakang.
Tak lama mereka bekerja, mobil yang berada diseberang jalan itu datang dan tiba-tiba mundur menuju mobil pembawa uang. Kawanan perampok turun dan kemudian menyemprotkan cairan ke dua rekannya, Mikael dan Mardika. Setelah melumpuhkan petugas jasa pembawa uang, salah seorang pelaku mengambil tas dan memasukkannya ke mobil.










