Selain gaya berkendara, kondisi fisik kendaraan seperti tekanan angin ban juga memegang peranan vital dalam mendukung efisiensi energi. Ban yang kurang angin akan meningkatkan hambatan gulir (rolling resistance), sehingga mesin memerlukan daya lebih besar hanya untuk memutar roda. Pengendara diimbau untuk selalu memastikan tekanan ban sesuai dengan spesifikasi pabrikan yang tertera pada buku panduan atau stiker area dek motor Honda.
"Banyak pengguna tidak menyadari bahwa ban kempes membuat mesin bekerja lebih berat. Dengan tekanan ban yang pas dan pemanfaatan momentum sebelum mengerem, motor matic Honda bisa melaju jauh lebih ringan dan hemat," ungkap Yosept.
Faktor penentu terakhir yang tidak boleh terabaikan adalah pemilihan bahan bakar beroktan sesuai rasio kompresi mesin serta perawatan berkala di bengkel resmi. Komponen CVT yang bersih, filter udara yang prima, serta busi yang terawat memastikan proses pembakaran berlangsung sempurna tanpa kendala knocking (ngelitik). Pemilik kendaraan disarankan untuk rutin memanfaatkan layanan servis di AHASS agar performa dan efisiensi motor matic Honda tetap berada pada tingkat terbaiknya.
"Servis rutin di AHASS menjaga seluruh komponen vital seperti CVT dan sistem pembakaran tetap dalam kondisi terbaik. Ditambah penggunaan BBM yang tepat, keiritan motor matic Honda bukan lagi sekadar mitos, melainkan bisa dibuktikan sendiri oleh Anda sehari-hari," pungkas Yosept. (M-001)










