Mercure Kuta Beach Bali Hadirkan Nuansa “Kampung Nelayan” di Malam Tahun Baru

u7-1000472861
Mercure Kuta Beach Bali ajak tamu menikmati perayaan tahun baru bertema "Kampung Nelayan".
MANGUPURA-fajarbali.com | Menyambut pergantian tahun 2026, Mercure Kuta Beach Bali menghadirkan narasi yang berbeda melalui perayaan bertema “Kampung Nelayan”. Konsep ini bukan sekadar dekorasi, melainkan sebuah penghormatan terhadap sejarah panjang Pantai Kuta yang dahulunya merupakan kawasan pesisir bersahaja tempat para nelayan menggantungkan hidup, jauh sebelum bertransformasi menjadi magnet pariwisata global seperti saat ini.
 
​Tema ini diangkat sebagai pengingat krusial bagi para wisatawan dan pelaku industri kreatif bahwa identitas Kuta berakar pada kehidupan laut yang kuat. Sebelum populer dengan ombak selancar dan panorama matahari terbenamnya yang ikonik, masyarakat setempat telah lebih dulu menjaga keharmonisan alam pesisirnya. Melalui acara ini, manajemen hotel mengajak tamu untuk merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan antara modernitas pariwisata dengan kelestarian budaya lokal.
 
​Suasana pesisir tempo dulu tersaji secara visual melalui dekorasi autentik yang memenuhi area perayaan. Penggunaan jala nelayan yang menjuntai, deretan jukung (perahu tradisional), dayung kayu, hingga anyaman bambu menciptakan atmosfer yang hangat dan membumi. Elemen-elemen alami ini sengaja dihadirkan untuk membawa para tamu seolah melintasi lorong waktu menuju kesederhanaan Kuta di masa lampau yang penuh makna.
 
​Kemeriahan malam pergantian tahun semakin hidup dengan rangkaian pertunjukan budaya Nusantara yang memukau. Para tamu disuguhi keanggunan Tari Cendrawasih dan dinamika Tari Nusantara yang memanjakan mata. Tak hanya itu, kearifan lokal Bali makin terasa kental melalui penampilan Genjekan, aksi teatrikal Hanoman, hingga Joged Bumbung yang interaktif, di mana para penari mengajak penonton untuk ikut menari bersama dalam suasana penuh keceriaan.
 
​Keunikan acara tahun ini juga terletak pada hadirnya atraksi khas seperti Pacu Jalur dan Tabola Bale Flash Mob. Penampilan ini berhasil menyuntikkan energi kebersamaan di tengah kerumunan, menciptakan daya tarik visual yang segar bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Setiap gerakan dalam flash mob tersebut menjadi simbol kekompakan dan semangat baru dalam menyongsong tahun yang akan datang.
 
​Guna mempererat keakraban, Mercure Kuta Beach Bali juga menyelenggarakan berbagai permainan interaktif yang melibatkan keluarga dan orang-orang terkasih. Aktivitas ini dirancang untuk mencairkan suasana dan membangun memori kolektif yang berkesan di antara para tamu hotel. Di sini, kegembiraan malam tahun baru tidak hanya dirayakan secara individual, namun melalui interaksi sosial yang hangat dan akrab.
 
​Sebagai buah tangan yang sarat filosofi, setiap tamu yang hadir dianugerahi sebuah New Year Gift berupa gelang kerang. Cinderamata sederhana namun elegan ini melambangkan ikatan erat antara manusia dengan ekosistem laut. Lebih dari sekadar perhiasan, gelang tersebut menjadi pengingat bagi setiap individu yang memakainya untuk terus berkomitmen dalam melestarikan alam dan budaya Bali bagi generasi mendatang.
 
​Melalui perayaan "Kampung Nelayan" ini, Mercure Kuta Beach Bali berhasil membuktikan bahwa sebuah pesta pergantian tahun bisa menjadi media edukasi yang efektif. Acara ini merangkum perjalanan panjang Kuta dari sebuah kampung nelayan kecil hingga menjadi ikon dunia, sekaligus menegaskan bahwa kemajuan pariwisata tidak seharusnya melupakan akar budaya dan kelestarian alam yang menjadi fondasi utamanya. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top