Menjadi Dosen Karena Panggilan Hati

Rektor Prof. Dr. Ir. Sri Subawa, ST., S.Sos., MM., IPU., ASEAN. Eng., memperpanjang jabatan Raka Suardana sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk periode 2024-2029.

(Last Updated On: )
https://www.traditionrolex.com/27Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, SE., MM.

DENPASAR- fajarbali.com | Nama Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, SE., M.Si., tentu sangat familiar di telinga masyarakat. Wajah Akademisi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) ini, amat sering menghiasi media-media mainstream, baik cetak maupun elektronik.

Raka Suardana dikenal dekat dengan awak media. Maklum, ia juga eks wartawan di media tertua di Bali, sebelum ‘hijrah’ ke dunia pendidikan tinggi. Meski demikian, hoby dan kemampuan jurnalistiknya masih digunakan hingga saat ini. Setelah memangku jabatan akademik profesor.

Ketenaran seorang Raka Suardana juga tak terlepas dari ke-vokalan-nya menanggapi berbagai isu yang berkembang. Di mata jurnalis, ia seorang nara sumber yang tidak pelit bicara. Jejak digitalnya sangat mudah ditemui di internet.

Pria kelahiran Mataram, NTB, 1 Februari 1964 ini, menamatkan pendidikan S1 di Undiknas. Sembari berkuliah, ia telah aktif sebagai jurnalis kisaran 1985-1987. Setahun kemudian, ia merasa terpanggil untuk berkontribusi mencerahkan kehidupan anak bangsa lewat jalur pendidikan.

“Dengan mengajar, saya lebih bisa membagikan ilmu bagi masyarakat luas. Begitu memutuskan jadi dosen, saya langsung pasang target tertinggi, harus sampai profesor. Saya akui, pengalaman jurnalis memudahkan saya saat menjadi dosen, terutama kemampuan menulis,” kata Raka Suardana, ditemui di Kampus Undiknas, belum lama ini.

Meminjam kalimat bijak Alexander Graham Bell bahwa matahari pun tidak bisa membakar jika tidak difokuskan, Raka Suardana benar-benar memakai “kaca mata kuda” agar tiba di puncak pendakian akademik tertinggi sebagai dosen.

Tahun 1993, ia tancap gas lanjut Magister Manajemen Agribisnis di Institut Pertanian Bogor. Kemudian Program Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Airlangga Surabaya. Jabatan guru besar atau profesor bidang Manajemen berhasil direngkuhnya di usia relatif muda, 42 tahun atau sejak tahun 2006.

Berkat kinerja dan dedikasinya itu, Raka Suardana selalu dipercaya menduduki jabatan strategis oleh Rektor Undiknas setiap era. Terbaru, Rektor Prof. Dr. Ir. Sri Subawa, ST., S.Sos., MM., IPU., ASEAN. Eng., memperpanjang jabatan Raka Suardana sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk periode 2024-2029.

Raka Suardana, menerima jabatan itu sebagai amanah dari pimpinan dan dipertanggungjawabkan ke publik. Diakuinya, untuk memimpin FEB Undiknas, diperlukan kemampuan manajerial yang kuat. Sebab, 60 persen dari total mahasiswa Undiknas berada di fakultas yang dipimpinnya.

“Total student body FEB lebih dari 5 ribu mahasiswa. Ditambah ratusan dosen dan tenaga kependidikan. Jadi ini memerlukan manajerial yang kuat agar pelayanan tetap maksimal,” jelasnya.

Raka Suardana membeberkan, tantangan besar yang berhasil diatasinya yakni migrasi dari sistem manual ke digital. Saat itu, banyak dosen senior yang gagap teknologi. Tapi perlahan-lahan diajari hingga mahir.

Untuk saat ini, lanjut dia, sudah tidak ada masalah karena dosen dan tenaga kependidikan didominasi anak-anak muda yang menguasai teknologi informasi.

Pelayanan, menurutnya, menjadi kunci utama di FEB Undiknas. Bahkan, ia membuka diri menerima pengaduan dari mahasiswa jika ada dosen atau tenaga kependidikan yang “main-main”. Ia sendiri yang akan menyelesaikan jika ada kendala seperti itu. “Saya selalu tekankan ke jajaran harus humble, ramah, murah senyum dalam melayani,” ujarnya.

Dengan segala pengalamannya mengenyam asam garam dunia pendidikan tinggi, Raka Suardana berkomitmen menyukseskan Milestones FEB Undiknas, yakni tahun 2021-2025 penguatan Daya Saing Asia Tenggara, kemudian Daya Saing Global 2026-2030.

Waktu pelantikan Pejabat Struktural Undiknas 2024-2029, belum lama ini, Rektor Sri Subawa, beralasan memilih kembali Raka Suardana karena kinerjanya yang sangat baik. Contoh sederhananya berhasil membawa Prodi Manajemen Terakreditasi Unggul dan produktif menulis di jurnal-jurnal internasional terindeks Scopus.

Terlahir sebagai Brahmana di lingkugan gria, Raka Suardana juga cakap dalam hal tutur agama. Ia sering dipercaya memberikan dharma wacana dan dharma tula untuk umat Hindu.

Bahkan baru-baru ini, ia dipercaya oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama untuk memberikan dharma tula kepada seluruh profesor penganut Hindu di Surabaya, Jawa Timur dalam rangkaian Hari Raya Nyepi Caka 1945. (gde)

 

Next Post

Lulusan Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya, Unhi Punya Kompetensi Lengkap. 75 Persen Lulus Cum Laude

Sel Apr 23 , 2024
"Karena perkembangan teknologi informasi sangat masif menuju era 5.0, kami senantiasa menekankan literasi digital bagi mahasiswa, bagaimana berpikir kreatif, inovatif, komunikatif, kolaboratif," Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si.

Berita Lainnya