Gejala Spesifik:
Kuku rapuh atau berbentuk sendok – Disebut juga koilonychia, kondisi ini terjadi karena kurangnya zat besi yang memengaruhi pertumbuhan kuku.
Lidah bengkak atau terasa sakit – Juga dikenal sebagai glossitis, kondisi ini terjadi akibat perubahan pada jaringan di lidah karena kekurangan zat besi.
Keinginan makan benda tidak biasa (pica) – Beberapa orang dengan anemia defisiensi besi mengalami keinginan mengonsumsi benda non-makanan seperti es, tanah, atau kertas.
Tangan dan kaki dingin – Karena aliran darah lebih terfokus pada organ vital dibandingkan ke anggota tubuh.
Bagaimana Cara Mendiagnosisnya?
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, dokter dapat melakukan beberapa tes untuk memastikan apakah Anda mengalami anemia defisiensi besi, seperti:
Tes darah lengkap (Complete Blood Count/CBC) untuk melihat kadar hemoglobin dan jumlah sel darah merah.
Tes kadar ferritin untuk mengukur jumlah zat besi yang tersimpan dalam tubuh.
Tes kadar zat besi serum untuk mengetahui jumlah zat besi yang beredar dalam darah.
Cara Mengatasi Anemia Defisiensi Besi
Pengobatan anemia defisiensi besi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya:
Meningkatkan Asupan Zat Besi dari Makanan
Makanan yang kaya zat besi sangat penting untuk mengatasi anemia defisiensi besi. Sumber zat besi terbagi menjadi dua jenis:
Zat besi heme (lebih mudah diserap tubuh): Daging merah, hati, ikan, ayam, telur.
Zat besi non-heme (kurang mudah diserap tubuh): Bayam, kacang-kacangan, tahu, biji-bijian, sereal yang diperkaya zat besi.










