Mengenal Anemia Defisiensi Besi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

IMG-20250309-WA0004
(ilustrasi) makanan penambah darah.

Menstruasi berat pada wanita.

Perdarahan dalam saluran pencernaan, yang bisa terjadi akibat tukak lambung, polip usus, kanker usus besar, atau wasir.

Donor darah yang terlalu sering, tanpa diimbangi asupan zat besi yang cukup.

3. Gangguan Penyerapan Zat Besi

Beberapa kondisi medis dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan, seperti:

Penyakit celiac yang merusak usus halus dan menghambat penyerapan nutrisi.

Operasi pada saluran pencernaan, seperti operasi pengangkatan sebagian lambung atau usus yang dapat mengurangi kapasitas tubuh dalam menyerap zat besi.

4. Kebutuhan Zat Besi yang Meningkat

Beberapa kelompok memiliki kebutuhan zat besi yang lebih tinggi, seperti:

Ibu hamil, yang memerlukan lebih banyak zat besi untuk perkembangan janin.

Anak-anak dalam masa pertumbuhan, karena tubuh mereka memerlukan zat besi tambahan untuk membentuk sel darah merah yang lebih banyak.

Gejala Anemia Defisiensi Besi

Gejala anemia defisiensi besi dapat bervariasi dari ringan hingga parah, tergantung pada tingkat keparahan kekurangan zat besi dalam tubuh. Beberapa gejala yang umum dialami meliputi:

Gejala Umum:

Lemas dan mudah lelah – Karena tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen untuk menghasilkan energi.

Wajah pucat – Disebabkan oleh rendahnya jumlah sel darah merah dalam tubuh.

Sesak napas – Karena kurangnya oksigen dalam darah.

Pusing atau sakit kepala – Akibat otak yang tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Detak jantung cepat atau tidak teratur – Tubuh berusaha memompa lebih banyak darah untuk mendistribusikan oksigen.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top