Mengandung Bawang! Nestapa Nuriyani, Urus Anak Lumpuh, Penghasilan Rp 10 Ribu Sehari

0BA17B9A-E525-4443-ACFF-4796D5650AFA-0799202a

Nuriyani sudah siap menghadapi segala konsekuensinya; menjadi ibu sekaligus bapak bagi kedua buah hatinya. Ibu sejati tak pernah menyerah. Ia memboyong kedua anaknya di tempat in de kost Jalan Kusuma Bangsa IV No 37, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

Nuriyani dan kedua anaknya melewati kerasnya kehidupan ibu kota di kamar 3 x 3 meter berwarna putih temaram.  Harganya Rp 500 ribu perbulan. Dengan fisik yang masih sehat, Nuriyani sejatinya ingin bekerja ke luar rumah. Namun hal itu tidak mungkin dilakukan karena Angga harus di bawah pengawasan 24 jam.

"Jangankan bangun, pindah posisi diperbaringan aja dia (Angga) enggak mampu," kata Nuriyani. Itupun ia harus membagi waktu antar-jemput putra keduanya ke sekolah.

Menjemput adalah hal wajib baginya, karena ia sadar anak keduanya ini jarang mengantongi rupiah bekal sekolah. Sekali pun berbekal, tidak pernah lebih dari Rp 2 ribu.

Kondisi keluarga ini semakin memprihatinkan. Diam-diam Nuriyani menderita penyakit usus buntu. Operasi adalah jalan satu-satunya. Aktivitas Nuriyani mulai terbatas pascaoperasi.

Belum kering air matanya, putra keduanya menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Tragedi itu membuat kakinya patah meski kini berangsur membaik. Cobaan hidup seolah berlomba menghinggapi tubuh Nuriyani. Dan, cobaan itu juga berlomba ingin diselesaikan lebih dulu.

Guna menjamin dapur tetap ngepul dan kamar kost terbayar, Nuriyani memilih membuat 'porosan'. 'Porosan' adalah perangkat pelengkap canang yang menjadi kebutuhan pokok umat Hindu di Bali. Perharinya, ia hanya mampu menyelesaikan 1000 biji dengan harga Rp 10 ribu. Praktis penghasilannya perbulan tidak lebih dari Rp 500 ribu.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top