*Penguatan destinasi dilakukan melalui pemasangan plang identitas Agrowisata Edukatif, papan interpretasi jalur wisata, empat penunjuk arah (wayfinding), serta empat rambu keselamatan berbasis K3.
TABANAN-fajarbali.com | Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Triatma Mulya dilaksanakan di Banjar Mayungan, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dengan tujuan memperkuat pengelolaan agrowisata edukatif terpadu berbasis Keselamatan, Kesehatan, dan Kenyamanan (K3) sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Program ini melibatkan BUPDA Desa Adat Mayungan, pengelola objek wisata, masyarakat, serta mahasiswa dalam pengembangan destinasi secara partisipatif dan berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh akademisi Universitas Triatma Mulya, Ida Ayu Anggreni Suryaningsih, S.Par., M.Par, Dr. Ni Ketut Dewi Irwanti, S.Psi., M.Erg, Desak Made Purnama Dewi, SST.Par., M.Par, dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ida Ayu Anggreni mengatakan, kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi nyata dalam pengembangan desa wisata.
Ida Ayu Anggreni menambahkan, kegiatan diarahkan untuk mengintegrasikan sejumlah potensi wisata agrowisata edukatif, antara lain Lembah Cinta, Air Terjun Yeh Mampeh, Perkebunan Teh Brew Me, Plaga Farm, Bali Rose dan Desa Seni menjadi pengalaman wisata yang lebih terarah, aman, nyaman, dan informatif.
Penguatan destinasi dilakukan melalui pemasangan plang identitas Agrowisata Edukatif, papan interpretasi jalur wisata, empat penunjuk arah (wayfinding), serta empat rambu keselamatan berbasis K3.
Selain penataan fasilitas, tim PKM memberikan pelatihan kepada pengelola dan masyarakat terkait K3, guiding agrowisata edukatif, penyusunan SOP pengelolaan paket wisata, serta pemasaran digital.
Menurutnya, program juga menghasilkan pengembangan paket wisata terpadu dan materi promosi digital berupa konten Instagram, TikTok, serta Virtual Tour untuk memperkuat branding dan visibilitas Banjar Mayungan sebagai destinasi agrowisata edukatif.
Program ini pun mendapat dukungan dari Perbekel Desa Antapan, I Nyoman Astawa. Astawa menegaskan bahwa pariwisata harus menjadi penggerak ekonomi sekaligus sarana pelestarian budaya desa.
“Kami berkomitmen menjadikan desa ini bukan hanya tujuan wisata, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk berkembang serta memberikan pendapatan ekonomi dari adanya potensi wisata,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua BUPDA (Badan Usaha Padruwen Desa), I Made Sentosa, yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap program.
“BUPDA adalah ujung tombak. Dengan pelatihan dan pendampingan, kami yakin masyarakat mampu mengelola wisata desa secara profesional tanpa kehilangan jati diri,” kata Sentosa.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas mitra dalam pemasaran digital dan pengelolaan paket wisata hingga 83%, serta peningkatan pemahaman pelayanan wisata dan penerapan K3 hingga 85%.
Kehadiran fasilitas informasi, navigasi, dan keselamatan turut mendukung terciptanya pengalaman wisata yang lebih aman dan nyaman. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat daya tarik Banjar Mayungan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan agrowisata yang kolaboratif dan berkelanjutan. [gde]










