Memparekraf Dukung Seminar dan Pameran Pengobatan Tradisional di Unhi. Bali Tak Kalah dengan China Soal Obat Herbal

Sem

Sehingga, pemajuan usadha Bali harus dilaksanakan dari hulu ke hilir melalui berbagai upaya. Salah satunya, mengembangkan manuskrip kearifan lokal Bali bidang usadha menjadi produk jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka, dan kosmetik.

Koster mengatakan dalam pengembangan pengobatan tradisional Bali telah bekerjasama dengan Prodi Ayur Wedha Fakultas Kesehatan yang dimiliki Unhi Denpasar untuk mendidik anak-anak muda Bali menjadi tenaga kesehatan tradisional yang siap bekerja di Puskesmas-Kestrad, Rumah Sakit Komplementer dan Interasi. Dimana, pendidikan kesehatan tradisional ini mengacu pada kearifan lokal pengobatan usadha.

Lebih lanjut Koster menyebut bahwa Bali memiliki jenis tumbuh-tumbuhan obat yang melimpah. Bahkan, oleh leluhur telah mewariskan pengetahuan ramuan obat tradisional yang bersumber dari tumbuh – tumbuhan tersebut. Pengetahuan tersebut terdapat di dalam manuskrip kearifan lokal Bali yaitu lontar. Atas potensi tersebut, pihaknya menganalisis kekuatan Pulau Bali dengan negara China.

Kalau dihitung kekayaan Bali, baik dari tumbuh – tumbuhan serta kearifan lokalnya, Bali tidak kalah dengan China yang telah menjadi negara terbesar dalam industri herbal. Harusnya Bali bisa lebih hebat dari China. Sekarang dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, pembangunan Bali telah diarahkan berdasarkan sumber daya lokal dengan nilai – nilai kearifan lokal Sad Kerthi.           

Koster pun mengapresiasi langkah Unhi Denpasar yang merespon cepat terkait pengobatan tradisional dengan membuka Prodi Sarjana Terapan Pengobatan Tradisional. Nantinya prodi ini akan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menjadi pengusadha yang profesional. “Rencana ke depan saya ingin mengembangkan industri herbal yang berbasis tumbuh-tumbuhan indemik yang ada di Bali,” tegas Koster.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top