Membangun Generasi Sehat Dimulai dari Remaja

IMG-20260702-WA0021
Pengabdian kepada Masyarakat bertema "Pemberdayaan Remaja sebagai Agen Perubahan dalam Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pemanfaatan Air Bersih untuk Kebutuhan MCK" di Desa Ban, Kubu, Karangasem.

AMLAPURA-fajarbali.com | Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tidak hanya dimulai dari pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui pemberdayaan generasi muda.

Remaja merupakan aset penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat dan memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi sekaligus teladan bagi lingkungan sekitarnya.

Karenanya, Poltekkes Kemenkes Denpasar melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) melaksanakan kegiatan pemberdayaan remaja di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem pada (23/6), lalu.

Tim pengabdian terdiri dari Ketua Dr. Ni Wayan Ariyani, SST.,M.Keb., serta anggota Dr. Ni Komang Yuni Rahyani, SST.,M.Kes ., Mochammad Choirul Haddi, M.Kes serta Ni Putu Gita Arneni, S.Tr.Keb.

Kegiatan ini mengangkat tema Pemberdayaan Remaja sebagai Agen Perubahan dalam Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pemanfaatan Air Bersih untuk Kebutuhan MCK.

Program dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat untuk menjawab berbagai permasalahan kesehatan yang masih dihadapi Desa Ban, Karangasem.

Ariyani mengungkap, berdasarkan hasil identifikasi awal, masih dijumpai rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

"Di sisi lain, pemanfaatan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari juga menjadi tantangan tersendiri karena sebagian masyarakat masih menggunakan air yang belum melalui proses penyaringan," jelas Ariyani.

Kondisi tersebut mendorong perlunya intervensi yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga membangun keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung di masyarakat.

Ia melanjutkan selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai kesehatan reproduksi remaja, pencegahan kehamilan usia dini, pentingnya menjaga kesehatan sejak masa remaja, serta peran 1000 HPK dalam menghasilkan generasi yang sehat.

Materi dikemas secara interaktif sehingga mendorong peserta untuk aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai berbagai persoalan yang sering ditemui di lingkungan mereka.

BACA JUGA:  Cek Penanganan Covid-19, Counsellor Medical Australian Embassy Medical Clinic Kunjungi RSUP Sanglah

Selain edukasi kesehatan, peserta juga memperoleh materi tentang pembuatan filter air sederhana sebagai solusi praktis dalam meningkatkan kualitas air untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Peserta diperkenalkan dengan cara merancang, menggunakan, dan merawat alat penyaring air menggunakan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

"Yang membedakan kegiatan ini dengan penyuluhan pada umumnya adalah pendekatan pemberdayaan. Remaja tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi dipersiapkan menjadi pendidik sebaya yang mampu menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada teman, keluarga, maupun masyarakat," imbuhnya.

Dengan demikian, proses edukasi diharapkan terus berlanjut meskipun kegiatan pengabdian telah selesai.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung aktif, berbagai pertanyaan diajukan, dan seluruh peserta mengikuti sesi praktik dengan penuh semangat.

Hal ini menunjukkan bahwa remaja memiliki minat yang tinggi untuk mempelajari isu kesehatan apabila diberikan ruang belajar yang komunikatif dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar berharap lahir kelompok-kelompok remaja yang mampu menjadi motor penggerak perubahan perilaku hidup sehat di Desa Ban, Karangasem.

Ke depan, mereka diharapkan tidak hanya menjadi sumber informasi mengenai kesehatan reproduksi, tetapi juga menjadi pelopor dalam mendorong pemanfaatan air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing.

Pemberdayaan remaja merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan kesehatan masyarakat. Ketika remaja memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian sosial, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga kesehatan dirinya sekaligus menginspirasi perubahan positif bagi komunitasnya. [rel]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top