"Kita melaksanakan upacara ini adalah sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah melaksanakan kegiatan upacara Pecaruan Agung yang mana umat Hindu sangat mensakralkan upakara ini," ungkapnya.
Selain pemangku yang hadir dengan jumlahnya 88 (Delapan puluh delapan), ini dikaitkan dengan Candi Bentar-nya juga dibentuk dengan angka 8. Menurutnya, pembangunan gedung kantor Mapolda berlandaskan filosopi Hasta Brata yang ke 5 yaitu, Yama Brata yang berarti Keadilan.
"Kantor kita dibangun adalah untuk melayani rakyat Bali dengan asas keadilan," ujar Irjen Golose sembari berharap doa agar Kantor Polda Bali yang semegah ini dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.
Diterangkanya, doa Bersama dari para Sulinggih dan Pemangku serta seluruh anggota Polda Bali juga diharapkan dapat membantu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Pilkada Tahun 2020 di Provinsi Bali.
Menurut Jenderal bintang dua dipundak ini, dalam Pilpres tahun 2019 lalu, Polda Bali sukses melaksanakan pengamanan Pileg dan tidak ada kejadian menonjol. Ini tidak terlepas dari kerjasama stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat yang berperan aktif dalam membantu aparat TNI/Polri sehingga situasi Kamtibmas pasca Pilpres masih tetap kondusif.
Ditegaskanya, Bali merupakan Provinsi yang memiliki tata kehidupan dengan kebudayaan tinggi berupa adat istiadat, agama, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal yang khas serta memiliki nilai spiritual yang cukup tinggi. "Sehingga Bali mempunyai daya tarik yang tinggi menjadi Destinasi Pariwisata Dunia, dengan julukan “Pulau Seribu Pura” yang harus kita lestarikan dan jaga bersama," ungkapnya.










