Mahayastra Letakkan Batu Pertama Pembangunan TPS3R Bedulu

Produksi sampah masyarakat Desa Bedulu disebutkannya mencapai 2 ton per hari, organik dan anorganik dari 11 banjar dan sekitar 2.600 KK. Masyarakat Bedulu harus memilah sampahnya sendiri, karena jadwal pengambilan sampah organik dan anorganik oleh armada sampah yang dikelola oleh bank sampah dilakukan pada hari dan waktu yang berbeda. “Jika sampah tidak dipilah oleh masyarakat, maka di sini akan jadi TPA kita akan kewalahan untuk mengolahnya,” tegas Mertayasa.

Konsultan Bank Sampah Badaulu sekaligus founder Siotonk, Ida Bagus Gede Adhitya, dari sampah organik yang yang diolah akan menghasilkan berbagai produk seperti pupuk organik cair, kompos, dan lain-lain. Dari fermentasi sampah organik, cairan yang dihasilkan bisa dimanfaatkan menjadi desinfektan, hand sanitizer, fogging sarang nyamuk sekaligus bisa sebagai pupuk. “Ini sudah diuji klinis, ini aman dan murni organik,” kata Gus Adhitya. Bank Sampah Desa Bedulu adalah salah satu pengguna Siotonk atau sistem informasi online tempat olahan organik yang merupakan komposter digital. Menurut Gus Adhitya, Gianyar menduduki peringkat pertama se-Bali sebagai pengguna terbanyak Siotonk. “Seharusnya Gianyar sudah bisa zero waste, semoga kebijakan Bapak Bupati Gianyar bisa membawa Gianyar menjadi zero waste,” terang Gus Adhitya.(gds).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top