DENPASAR-Fajarbali.com | Menempuh jalur penyampaian aspirasi secara damai dan itelektual, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Udaya menemui Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace, pada Senin 16 Agustus 2021.
Delegasi BEM FH Unud, yang dipimpin ketuanya Gilbert Kurniawan Oja, diterima Wagub Cok Ace di ruang kerjanya. Wagub Cok Ace didampingi Sekretaris Satgas percepatan Penanggulangan Covid-19 yang juga Kalaks Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin dan Kasat Pol. PP Provinsi Bali, I Dewa Dharmadi.
Sementara BEM FH Unud, selain ketuanya Gilbert Kurniawan Oja,yang akrab disapa Billy, juga turut hadir Koordinator Kajian, Surya Gunawan, Kepala Bidang Kajian dan Aksi Strategis, Krisna Vijaya dan anggota Bidang Kajian aksi strategis, Widhi Kurniawan.
Dalam audiensi yang berlangsung selama sekitar dua jam lebih tersebut, BEM FH Unud menyampaikan hasil kajian mahasiswa FH Unud yang dilakukan melalui suvey selama lebih kurang seminggu. Dan pada 9 Juli 2021, BEM GH Unud merumuskan hasil survey menjadian kajian terhadap pelaksanaan PPKM di Bali.
‘Kajian ini meruapakan kajian sederhana berdasarkan pengamatan mahasiswa atas ekses-ekses yang timbul dari PPKM. Baik PPKM darurat, PPKM Level 3 maupun PPKM Level 4 dengan seluruh masa perpanjangannya masing-masing. Kami mahasiswa memotret apa yang terjadi di masyarakat, memahami apa reaksi sosial yang muncul di masyarakat,’ ujar Bily.
Adapun beberapa point penting kajian BEM FH Unud yang diserahkan ke Pemprov Bali melalui Wakil Gubernur Bali antara lain, meminta Pemerintah Provinsi Bali mengevaluasi PPKM Level 4 dengan mempertimbangkan aspek sosial ekonomi secara obyektif terhadap pemberlakuan pembatasan jam operasional hingga pukul 21.00 wita.










