Ia juga menekankan pentingnya komitmen dari para peserta, terutama yang telah mengikuti technical meeting, untuk mengikuti kegiatan sampai tuntas. Selain itu, ia berpesan kepada para dewan juri untuk melakukan penilaian secara objektif, mengingat hasil dari lomba ini akan menjadi bahan seleksi untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi.
Secara teknis, Ketua Panitia, Nyoman Mawan, menjelaskan bahwa lomba ini diikuti oleh 12 pasang peserta yang berasal dari desa adat/pakraman di wilayah Kecamatan Buleleng. Para pemenang akan memperoleh uang pembinaan dan piagam penghargaan untuk Juara I, II, III, serta Harapan I, II, III yang seluruhnya bersumber dari APBD Kecamatan Buleleng.”Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai luhur budaya Hindu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi dan kearifan lokal yang menjadi identitas kuat masyarakat Bali,”tutup Mawan. @gus










