DENPASAR-fajarbali.com | SMP Nasional (Spenas) Denpasar menyelenggarakan lomba Bulan Bahasa Bali (BBB) ke VIII 2026 tingkat siswa SD se-Kota Denpasar, pada Sabtu (21/2/2026).
Lomba Bulan Bahasa Bali merupakan program unggulan yang rutin diselenggarakan setiap tahun di Spenas Denpasar, sekaligus ajang sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026/2027.
Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII yang berlangsung sepanjang Februari 2026 ini mengusung tema “Atma Kerthi: Udiana Purnaning Jiwa”, yang dimaknai sebagai upaya penyucian jiwa melalui penguatan literasi bahasa daerah.
Tahun ini, lomba Bulan Bahasa Bali di SMP Nasional Denpasar diikuti oleh 73 peserta yang terdiri dari empat kategori lomba. Diantaranya, lomba Nyurat Aksara Bali sebanyak 30 peserta, Pidarta Basa Bali sebanyak 16 peserta, Ngwacen Aksara Bali sebanyak 16 peserta dan lomba Mesatua Bali sebanyak 11 peserta.
Menurut Kepala SMP Nasional Denpasar, I Gusti Ayu Made Suci Astika Dewi, S.Pd., M.Pd., lomba ini merupakan wujud nyata Spenas Denpasar dalam menjaga dan melestarikan bahasa, sastra dan budaya Bali dari sejak dini. Sehingga, melalui lomba ini diharapkan para siswa menjadi tahu dan memahami bahwa bahasa ibu adalah bahasa yang sangat penting untuk dipelajari.
“Lomba Bulan Bahasa Bali dilaksanakan selama satu hari, yaitu tanggal 21 Februari 2026. Dengan adanya lomba ini, tentu menjadi harapan yang sangat besar bagi kami. Selain anak-anak bisa menjaga dan melestarikan bahasa Bali, lomba ini juga sebagai ajang sosialisasi pengenalan sekolah untuk penerimaan siswa baru,” ujarnya.
Meskipun jumlah peserta menurun dari tahun sebelumnya, Astika Dewi menegaskan, bahwa akan tetap menjadi motivasi bagi Spenas untuk mensosialisasikan lomba ini, sehingga jumlah peserta bisa meningkat di tahun berikutnya.
“Kualitas peserta yang mengikuti lomba tahun ini sangat luar biasa. Dimana, anak-anak sangat menghayati dan memahami apa yang mereka bawakan dalam lomba,” imbuhnya. Selain memperebutkan piala bergilir, para juara juga akan mendapatkan piala tetap, piagam dan uang pembinaan.










