Lolot Band Gebrak 2026, Album ‘Tajir Melintir’ Siap Meluncur di Gedung I Ketut Maria.

2026-04-02-at-08.46.41
Lolot Band saat memperkenalkan album ke-11 yang bertajuk “Tajir Melintir”.

DENPASAR-fajarbali.com | Industri musik rock Bali kembali memanas di tahun 2026. Setelah sukses menggetarkan publik dengan album Bali Metangi pada Juli 2022 lalu, unit rock kebanggaan Pulau Dewata, Lolot Band, kini resmi mengumumkan kelahiran karya terbaru mereka. Album ke-11 yang bertajuk “Tajir Melintir” siap menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan karier mereka yang telah membentang panjang di belantika musik tanah air.

Peluncuran album ini rencananya akan dikemas dalam sebuah perhelatan eksklusif bertajuk Balirockshow. Acara tersebut akan diselenggarakan pada Sabtu, 4 April 2026, bertempat di Gedung I Ketut Maria, Tabanan. Pemilihan lokasi ini seakan menegaskan kembalinya sang legenda ke panggung yang sarat akan nilai historis bagi masyarakat Bali, khususnya bagi para penggemar setia mereka yang akrab disapa Balirockers.

“Tajuk Tajir Melintir yang dipilih sebagai nama album bukanlah sekadar pamer kemewahan, melainkan sebuah pesan motivasi yang mendalam. Kami ingin menyuntikkan semangat bagi siapa saja yang sedang berjuang di titik terendah agar tidak menyerah mengejar puncak kesuksesan. Selain itu, lirik di dalamnya menyuarakan kritik tajam agar masyarakat tidak menilai seseorang hanya dari penampilan luar maupun meremehkan perjuangan orang lain,” jelas vocalis Lolot Band, I Made Bawa, di dampingi tiga personel lainnya yakni Mr. Botak, Donnie Lesmana, dan Hendra Dwiartha.

Album ke-11 ini memuat enam lagu andalan, yaitu Meserah Pasrah, Silih-silih Kambing, Jujur, Dewi Supraba, Tajir Melintir, dan Cerita Kita. Menariknya, Lolot Band melakukan eksplorasi yang lebih luas dengan menghadirkan satu lagu berbahasa Indonesia, sebuah langkah segar untuk menjangkau pendengar yang lebih luas tanpa menanggalkan identitas mereka. Setiap lagu dirancang dengan genre dan makna yang berbeda, mulai dari isu sosial, cinta, hingga persahabatan.

BACA JUGA:  Ini Pememang Bartender Speed and Accuracy Challenge #2

Sebagai garda depan visual dari album ini, lagu bertajuk Silih-silih Kambing dipilih sebagai video klip pertama. Lagu ini membawa tema yang cukup nyentrik namun sangat relevan dengan fenomena sosial saat ini, yakni urusan pinjam-meminjam uang. Dengan musik energik khas Lolot, lagu ini mengingatkan pentingnya tanggung jawab dan etika dalam berhutang agar hubungan persahabatan tidak hancur berantakan hanya karena urusan materi.

Momentum Balirockshow pada 4 April mendatang juga akan terasa sangat emosional karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-12 komunitas Balirockers. Setelah sebelumnya sukses menggelar festival besar bertajuk Balirockfest pada 2019 dan 2022, kali ini Lolot Band memilih format yang lebih intim namun tetap bertenaga. Format "Show" ini dipilih untuk menjaga kedekatan personal antara band dengan para pendukung militannya.

Made Bawa menegaskan bahwa Balirockshow bukanlah sekadar konser musik biasa atau ajang reuni semata. Event ini merupakan panggung perayaan jati diri dan loyalitas bagi seluruh semeton Balirockers yang telah setia menemani perjalanan Lolot Band selama lebih dari satu dekade. “Meski skalanya tidak sebesar festival, energi yang diusung dipastikan akan tetap membara dan penuh semangat kebersamaan,” ucapnya.

Dengan dirilisnya album Tajir Melintir, Lolot Band kembali membuktikan bahwa kreativitas mereka tidak pernah padam dimakan zaman. Melalui kombinasi lirik yang jujur dan musik yang jujur pula, mereka berharap karya ini mampu mewakili perasaan setiap pendengar sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus berkarya dan saling menghargai satu sama lain dalam kehidupan sosial yang dinamis. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top