2. Ancaman siber: bukan strategi zero-trust jika tidak mencakup produk Anda
IT merupakan ‘sistem saraf’ pusat dari setiap jenis bisnis saat ini. Dengan segala sesuatu yang terhubung ke jaringan, perusahaan tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan framework keamanan yang mumpuni untuk sistem mereka. Seiring dengan meningkatnya jumlah dan kompleksitas serangan siber, dampaknya terhadap jaringan IT semakin nyata. Berbagai strategi keamanan, termasuk dan tidak terbatas pada Zero Trust, perlu diselaraskan dan disesuaikan dengan kebutuhan produk dan solusi yang digunakan. Hal ini akan menjadi semakin penting untuk diperhatikan mengingat bisnis akan terus mengembangkan kemampuannya, seiring dengan upaya mereka untuk mempertahankan sumber daya manusia dan pengembangan model kerja hybrid. Dengan semakin vitalnya peran IT, semakin banyak pula data yang dihasilkan dan diproses, sehingga lanskap IT pun akan semakin rentan. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pendekatan Zero Trust pada produk yang digunakan.
"Para pemimpin IT kini tidak lagi hanya sekadar menerapkan perangkat lunak dan mengandalkannya. Lingkungan IT menjadi semakin kompleks, dan para pemangku kepentingan memerlukan cara untuk mendapatkan tinjauan umum di seluruh infrastruktur yang sudah ada, termasuk sistem cloud, dan juga perangkat operasional (OT). Dengan menerapkan strategi zero trust, para pengambil keputusan dapat menjadi lebih yakin, karena mengetahui mereka selangkah lebih maju dari para penjahat siber, bahkan di tengah situasi yang sulit diprediksi sekalipun," tambah Felix.










