Pihaknya menuturkan, saat dibukanya akses pintu masuk bagi pengunjung ke Pantai Kuta beberapa waktu lalu, hal tersebut disambut gembira oleh para pengunjung. Bahkan sejumlah pedagang di Pantai Kuta pun mengaku merasa lega karena dapat kembali beraktivitas untuk mengais rezeki. Sebagian besar pedagang di pesisir Pantai Kuta sudah mulai menggelar dagangannya, baik berupa pernak-pernik khas Bali, sarung pantai, makanan, minuman dan sebagainya. Sirna pun menjelaskan jika momentum libur tahun baru ini membuat para pedagang lebih bersyukur karena perekonomian berangsur-angsur mulai bangkit.
"Kami prediksi kunjungan masih akan tinggi hingga beberapa hari ke depan dan meningkat saat akhir pekan. Sebagian besar pengunjung adalah wisatawan domestik dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, NTB hingga Papua serta dipadati oleh pengunjung lokal. Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, kami selalu melakukan koordinasi kepada pengurus desa adat dan anggota satgas lainnya untuk selalu melakukan pemantauan di beberapa titik pintu masuk ke Pantai Kuta serta jalan di seputaran Pantai untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan pengunjung," pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung Pantai Kuta Fredly Armansyah asal Jakarta mengatakan, ia bersama rekan-rekannya memilih Pantai Kuta untuk dikunjungi karena pantai tersebut memiliki panorama yang cukup indah meski saat ini diakuinya, pantai tengah kondisi kotor karena adanya sampah kiriman. Meski adanya sampah kiriman, pihaknya mengaku tidak merasa kecewa karena petugas kebersihan begitu cekatan untuk menanggulangi kondisi tersebut. Sehingga keindahan pantai masih bisa dinikmati dengan baik.










