Ketua Askab PSSI Buleleng, Gede Suyasa, menyampaikan optimisme dan kesiapan panitia.”Panitia sudah sangat siap melaksanakan pembukaan pada 25 Oktober dan akan berakhir pada 24 Desember. Ini memang akan sangat panjang, tapi di satu sisi membantu klub melakukan recovery setelah pertandingan,”ujar Gede Suyasa, Rabu (22/10/2025).
Ia menambahkan, durasi dua bulan memungkinkan klub untuk bermain dengan jeda 2-3 hari sekali, berbeda dengan format sebelumnya yang padat.”Terutama ketika ada pemain cidera. Dengan dua bulan, dia bisa bermain 2-3 hari sekali,”jelasnya.
Terkait format pertandingan, Liga satu dan Liga dua akan menggunakan sistem setengah kompetisi, sementara Liga tiga akan menggunakan skema home turnamen.
Adapun penerapan batasan pemain senior dilakukan untuk menyesuaikan kondisi eksisting klub Buleleng yang belum memiliki pembinaan intensif dan materi pemain yang merata di usia tertentu.”Pemain gabungan antara senior dan junior. Makanya panitia mempertimbangkan kondisi eksisting klub. Ketentuannya maksimal 5 pemain senior,”ujar Suyasa.
Lebih lanjut Suyasa berharap, dalam jangka panjang akan lahir pemain-pemain bertalenta dari Bali Utara sehingga bisa memperkuat tim-tim profesional di Indonesia.”Harapan kami dengan adanya kopetensi ini nantinya Kabupaten Buleleng akan melahirkan para pemain-pemain handal yang nanti bisa ikut memperkuat tim professional Indonesia,”tutup Suyasa. @gus










