Lewat Penelitian, Dosen FST UNR Kupas Konsep Arsitektur Gunung Rata Pura Paibon Pemeregan

Dosen FST-96fda9fc

Ketua peneliti Bayu Mahaputra berharap, penelitiannya mampu memperkaya kajian ilmiah arsitektur Bali yang diterapkan pada jeroan pura paibon, sehingga ke depannya dapat menjadi bahan bacaan dan pengetahuan tentang penerapan konsep arsitektur gunung rata pada tatanan spasial jeroan pura paibon.

"Perlu dilakukan penelitian secara teknis untuk memahami konsep arsitektur gunung rata yang diterapkan pada pura paibon ini," kata Bayu di Denpasar, belum lama ini.

"Hasil dari penelitian ini adalah jeroan di sini dikiblatkan mengekspresikan bale gunung rata fungsi gedong secara global. Hal ini dipertegas oleh terbaginya tiga unsur hirarki ruang," imbuh dosen muda ini.

Pembagiannya, jelas Bayu, yakni Utama sebagai gedong, pada bale gunung rata. Jika bale ini difungsikan sebagai tempat penyimpanan pusaka, maka zoning utama akan difungsikan sebagai gedong dan menduduki elevasi tertinggi pada unit bangunan ini.

Dilihat pada jeroan pura, gedong dimanifestasikan sebagai spasial pelinggih roh suci leluhur dan juga menduduki elevasi tertinggi pada spasial pura ini.

"Dengan demikian manifestasi gedong pada bale gunung rata sejalan dengan manifestasi pelinggih roh suci leluhur di jeroan pura," ujarnya.

Kedua, Madya sebagai teras pemilik rumah, pada fungsi ruang bale gunung rata, terdapat dua unit teras, teras elevasi tertinggi atau zoning madya difungsikan sebagai teras pemilik rumah/tamu kehormatan.

Dengan demikian, ditinjau secara fungsi, penerapan ruang madya sebagai fungsi teras pemilik rumah pada bale gunung rata sejalan dengan penerapan ruang madya pada jeroan pura yang difungsikan sebagai beranda betara berwujud tajuk pelinggih.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top