(ki-ka)-Ir. Made Mariada Rijasa, ST, MT., Bayu Mahaputra, ST, M.Ars., dan Ir. Ketut Witarka Yudiata, MT.
DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Pura Paibon Warga Pemeregan, Denpasar, adalah pura kawitan yang berfungsi sebagai tempat suci untuk memuja roh suci leluhur Ratu Dalem Pemeregan. Pura ini di sungsung oleh garis lurus keturunan leluhur Dalem Pemeregan yang berdomisili di Denpasar, Bali.
Namun ada hal yang unik pada konsep arsitektur pura ini, khususnya tatanan spasial jeroan pura. Jroan, secara fungsi merupakan zona suci/utama, namun terdapat perbedaan tingkatan lagi di jeroan pura ini, yang diberi nama konsep arsitektur gunung rata.
Konsep ini diterapkan dengan cara membedakan elevasi untuk zona palinggih, elevasi untuk menghaturkan banten dan elevasi untuk zona pengunjung pura bersembahyang.
Berdasarkan jabaran pura paibon dan latar belakang keunikan spasial jeroan pura ini, ditemukan permasalahan yakni belum terdapat informasi penerapan konsep arsitektur gunung rata pada tatanan spasial jeroan pura paibon secara ilmiah.
Berangkat dari persoalan tersebut, tiga dosen Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai, di antaranya Bayu Mahaputra, ST, M.Ars., Ir. Made Mariada Rijasa, ST, MT. dan Ir. Ketut Witarka Yudiata, MT. dibantu mahasiswa I Kadek Yogi Mahesa Putra dan Pande Wayan Sulaksana Putra melakukan penelitian mendalam bertajuk “Penerapan Konsep Arsitektur Gunung Rata Pada Tatanan Spasial Jeroan Pura Paibon Warga Pemeregan Denpasar”.











