DENPASAR-fajarbali.com | V-belt pada motor matik memegang peranan krusial sebagai jantung sistem transmisi, menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Namun, komponen vital ini seringkali luput dari perhatian pemilik motor, hingga tanda-tanda kerusakan mulai muncul. Padahal, mengabaikan kondisi V-belt bisa berujung pada kerusakan yang lebih parah, bahkan mengancam keselamatan pengendara. Pergantian V-belt secara berkala bukan hanya menjaga performa motor tetap optimal, tetapi juga investasi penting untuk mencegah risiko tak terduga di jalan.
Menurut Putu Hendra Sagita selaku Technical Training Analyst Astra Motor Bali, waktu ideal penggantian V-belt pada motor matik umumnya disarankan setiap 20.000 kilometer, namun bisa bervariasi tergantung pola pemakaian. "Kalau motor sering digunakan di jalanan macet atau menempuh jarak jauh, V-Belt bisa lebih cepat haus. Jadi sebaiknya rutin dicek setiap servis berkala. Pengecekan rutin menjadi kunci untuk mendeteksi dini keausan, sehingga tindakan preventif dapat segera dilakukan sebelum masalah membesar," terangnya.
Hendra menambahkan, ada beberapa tanda yang jelas menunjukkan V-belt butuh perhatian, seperti munculnya suara berdecit yang mengganggu, akselerasi motor yang terasa lambat atau tidak responsif, hingga getaran berlebih yang terasa saat motor melaju. “Jika merasakan gejala-gejala ini, sangat disarankan untuk segera membawa motor ke bengkel tepercaya guna pemeriksaan lebih lanjut. Menunda pemeriksaan dapat memperparah kondisi dan berpotensi merusak komponen Continuous Variable Transmission (CVT) lainnya,” imbuhnya.










