“Layangan Hampir Putus”, Prof. Tirka Bedah Perjalanan Hidup Jelang Usia 60 Tahun

IMG-20250612-WA0003
Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, SS., MBA., MM., M.Hum., berbagi kisah hidupnya menjelang usia 60 tahun.

Ancaman drop out (DO) sempat membayangi. Akhirnya ia pun mengejar ketertinggalan itu setelah 4 tahun terjeda. Sambil bekerja dan mengurus rumah tangga, di sinilah justru menjadi titik "jengah" seorang Tirka Widanti. 

Ia memutuskan melanjutkan pendidikan magister/S2 di Warnbourough University United Kingdom mengambil Program Magister Bisnis Administrasi. 

Merasa perlu meningkatkan kualitas diri di bidang manajemen, Tirka Widanti kembali melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di STIE Artha Bhodi Iswara, Surabaya. Menariknya, gelar Magister Manajemen diselesaikan di tahun yang sama dengan Gelar Doktor Ilmu Administrasi di Universitas 17 Agustus Surabaya pada 2009.

Berangkat dari prinsip hidup "tidak pernah berhenti belajar", Tirka Widanti kembali menempuh pendidikan Magister Linguistik di alamater pertamanya, Universitas Warmadewa. Padahal ia sudah menggenggam doktor, kasta akademik tertinggi.

Nyebrang, dari Hospitality ke Dosen

Rektor Universitas Ngurah Rai (UNR) kala itu, Nyoman Sura Adi Tanaya, secara tak sengaja menyaksikan Ujian Promosi Doktor Tirka Widanti di Universitas 17 Agustus Surabaya. Kebetulan, Sura Adi juga sedang menempuh studi doktor di kampus itu.

"Di sinilah Pak Sura dan Pak Gung Raka Ketua Yayasan Jagadhita bilang mau "pinjem" ijazah saya. Ternyata saya didaftarin sebagai dosen. Saya 'kagok' juga. Apa saya bisa ngajar? Dunia yang belum saya kenal," kenang Tirka Widanti yang lahir dari pasangan guru dan perawat ini.

Belajar tiada henti. Prinsip itu kembali diamini. Dan, ternyata kehadirannya di UNR menjadi rekor tersendiri. Ia adalah dosen Yayasan Jagadhita pertama yang bergelar doktor tahun itu. Sebelumnya memang ada beberapa dosen berkualifikasi doktor tapi sudah pindah home base. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top