“Berbeda dengan kegiatan penanaman yang bersifat seremonial, ITDC Nusantara Utilitas menerapkan pendekatan keberlanjutan melalui monitoring dan perawatan bibit hingga tiga tahun ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove sehingga manfaat ekologisnya dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Baruna Balarama, I Nyoman Ridet Artikanaya, menyampaikan apresiasi kepada ITDC Nusantara Utilitas serta seluruh partisipan atas kepedulian dan kontribusinya dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya di area Pudut yang saat ini menghadapi tantangan abrasi. “Kami berharap setiap kontribusi dan langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir, sehingga tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Sebagai perusahaan yang berpengalaman puluhan tahun dalam mengelola utilitas kawasan pariwisata terintegrasi, ITDC Nusantara Utilitas terus mengedepankan praktik bisnis yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Berbagai inisiatif lingkungan yang dijalankan perusahaan menjadi bagian dari upaya menciptakan keseimbangan, antara pengembangan kawasan dan keberlanjutan ekosistem.
Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi kawasan pesisir Pudut, Desa Adat Tanjung Benoa, mulai dari mendukung pemulihan area terdampak abrasi, meningkatkan kualitas ekosistem pesisir, hingga mendukung penyerapan karbon alami secara bertahap. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran dan partisipasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan.










