Lawan Abrasi, ITDC Nusantara Utilitas Tanam 250 Mangrove

ITDC-Nusantara-Utilitas-tanam-250-bibit-mangrove-di-area-Pudut-Desa-Adat-Tanjung-Benoa
ITDC Nusantara Utilitas tanam 250 bibit mangrove di area Pudut, Desa Adat Tanjung Benoa.

MANGUPURA-fajarbali.com | ITDC Nusantara Utilitas (NU), anak usaha InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan penanaman 250 bibit mangrove di area Pudut, Desa Adat Tanjung Benoa. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun ITDC Nusantara Utilitas sekaligus wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Penanaman mangrove melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Hutan Raya (UPTD Tahura), Yayasan Baruna Baralama, serta stakeholder terkait lainnya. Sinergi itu, mencerminkan komitmen kolektif dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan memperkuat ketahanan kawasan pantai terhadap dampak perubahan iklim dan abrasi.

Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitas, A.A. Istri Ratna Dewi, mengatakan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis utilitas yang berorientasi pada prinsip keberlanjutan. “Sebagai perusahaan penyedia utilitas terintegrasi, kami meyakini bahwa keberlanjutan lingkungan harus berjalan seiring dengan pengembangan kawasan. Penanaman mangrove ini menjadi bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir, memperkuat ketahanan kawasan pantai, serta menciptakan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Ratna, mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas lingkungan pesisir, membantu mengurangi abrasi, serta menjadi habitat alami bagi berbagai biota laut. Karena itu, perusahaan tidak hanya berfokus pada kegiatan penanaman, tetapi juga memastikan keberlanjutan program melalui proses pemantauan dan perawatan bibit secara berkala.

“Berbeda dengan kegiatan penanaman yang bersifat seremonial, ITDC Nusantara Utilitas menerapkan pendekatan keberlanjutan melalui monitoring dan perawatan bibit hingga tiga tahun ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove sehingga manfaat ekologisnya dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Investasi Hijau dari GWK, Menanam Benih Kelestarian Lewat My Melali Community

Sementara itu, Pendiri Yayasan Baruna Balarama, I Nyoman Ridet Artikanaya, menyampaikan apresiasi kepada ITDC Nusantara Utilitas serta seluruh partisipan atas kepedulian dan kontribusinya dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya di area Pudut yang saat ini menghadapi tantangan abrasi. “Kami berharap setiap kontribusi dan langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir, sehingga tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Sebagai perusahaan yang berpengalaman puluhan tahun dalam mengelola utilitas kawasan pariwisata terintegrasi, ITDC Nusantara Utilitas terus mengedepankan praktik bisnis yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Berbagai inisiatif lingkungan yang dijalankan perusahaan menjadi bagian dari upaya menciptakan keseimbangan, antara pengembangan kawasan dan keberlanjutan ekosistem.

Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi kawasan pesisir Pudut, Desa Adat Tanjung Benoa, mulai dari mendukung pemulihan area terdampak abrasi, meningkatkan kualitas ekosistem pesisir, hingga mendukung penyerapan karbon alami secara bertahap. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran dan partisipasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Ke depan, ITDC Nusantara Utilitas akan terus menghadirkan berbagai program keberlanjutan yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan utilitas yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan,” tutup Ratna. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top