JAKARTA-fajarbali.com | PT Bank Danamon Indonesia Tbk tengah bersiap memasuki babak baru kepemimpinan. Melalui pengumuman resminya, emiten berkode saham BDMN ini berencana merombak susunan pengurus perusahaan yang akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 31 Maret 2026 mendatang. Langkah ini menandai fase transisi penting bagi salah satu pilar keuangan terbesar di Indonesia dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah kompetisi perbankan yang semakin ketat.
Dalam agenda besar tersebut, Direktur Utama saat ini, Daisuke Ejima, dijadwalkan akan mengakhiri masa tugasnya bersama Wakil Direktur Utama Honggo Widjojo Kangmasto. Selain itu, Nobuya Kawasaki juga akan menanggalkan jabatannya sebagai Komisaris efektif pada penutupan RUPST. Namun, pengunduran diri Kawasaki bukanlah sebuah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar karena ia dinominasikan sebagai calon tunggal untuk menduduki kursi Direktur Utama Danamon.
Sosok Nobuya Kawasaki bukanlah nama baru di jagat perbankan internasional. Sejak April 2025, ia memegang peran krusial sebagai Chief Executive for Asia Pacific dan Managing Executive Officer di MUFG Bank Ltd. Penunjukkannya sebagai calon nahkoda Danamon dinilai sebagai langkah strategis MUFG untuk semakin mensinergikan kekuatan jaringan global mereka dengan pangsa pasar domestik Indonesia yang terus berkembang pesat.
Rekam jejak Kawasaki selama lebih dari dua dekade mencerminkan keahlian mendalam di sektor Merger and Acquisition (M&A) serta investasi perbankan. Ia pernah menduduki berbagai posisi kunci di MUFG, mulai dari Deputy Group Head of Global Commercial Banking hingga memimpin divisi perencanaan untuk wilayah Asia & Oseania di Singapura. Pengalaman lintas negara ini menjadi modal kuat bagi Danamon untuk menavigasi tantangan ekonomi makro yang dinamis di masa depan.










