PIC Program Kuliah Kerja di Jepang Rahman Sabon Nama dalam laporannya mengatakan, angkatan pertama tahun 2024 sebanyak 31 orang.
Wayan Wisnu Wicaksana berangkat lebih cepat karena dia sudah memiliki kemampuan Bahasa Jepang Level N-3, sehingga dia hanya membutuhkan sertifikat keterampilan kerja.
“Sisanya, 10 orang sudah lulus JFT N-4 dan sedang menunggu hasil test SSW sehingga diharapkan berangkat ke Jepang bulan April 2025. Dua orang lagi sudah lulus interview magang dan akan masuk Jepang pada bulan Mei 2025,” terang Rahman Sabon Nama.
Presiden Direktur PT Tsubasa International Mr. Yoshiyuki Kyomoto melalui zoom dari Yokohama, Jepang, sangat mengapresiasi acara pelepasan Wayan Wisnu Wicaksana ini. Dia mengaku sudah berbicara dengan banyak perusahaan Jepang tentang program ITB STIKOM Bali yang mendorong mahasiswanya kuliah sambil kerja di Jepang dan mendapat sambutan yang baik dari pengusaha Jepang.
“Besok (19 Januari 2025-red) saya akan ke Bali, mempersiapkan kandidat. Karena pada awal Februari 2025 banyak perusahaan Jepang yang akan ke Bali melakukan interview dengan para kandidat untuk berbagai pekerjaan sesuai kebutuhan di Jepang,” kata Yoshiyuki Kyomoto melalu penerjemah Sensei Lasmaria Magdalena.
Wayan Wisnu Wicaksana menerangkan, kemampuan berbahasa Jepang Level N-3 diperoleh ini karena sebelumnya pernah kuliah Bahasa Jepang di Okinawa kemudian melanjutkan kuliah di Kagoshima University.
“Tapi begitu Covid 19, saya terpaksa pulang ke Bali. Setelah bekerja beberapa tahun, lalu tahun 2024 saya mendaftarkan diri di STIKOM Bali kelas percepatan, setelah kuliah baru saya tahu ada program ini dan segera mendaftarkan diri agar bisa diberangkatkan ke Jepang. Terima kasih kepada LPK Darma, STIKOM Bali, PT Tsubasa, PT MBC dan Koperasi Arsa Winala Sedana, yang telah membantu keberangkatan saya ke Jepang,” terang Wisnu Wicaksana, pria asal Desa Tamblang, Buleleng, yang dalam acara ini hadir bersama kedua orangtuanya.










