Lagi, ITB STIKOM Bali Kirim Mahasiswa ke Jepang

IMG-20250119-WA0005
Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan melepas salah seorang mahasiswanya, I Wayan Wisnu Wicaksana untuk mengikuti program kuliah sambil kerja di Jepang menggunakan visa kerja atau tokutei ginou. 

Meski begitu Dadang Hermawan tetap mewanti-wanti para kandidat bahwa untuk ke luar negeri tidaklah mudah. Selain persaingan diantara para kandidat karena banyaknya mahasiswa yang ingin keluar negeri, juga persoalan visa yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun karena itu kewenangan negara yang bersangkutan. 

“Salah satu mahasiswa kami sudah 7 kali ikut interview magang gak dapat-dapat sampai dia lulus kuliah dan kerja di Stikom Bali. Nah sekarang makin banyak lembaga yang kerja sama dengan kami sehingga makin terbuka peluang ke Jepang, baik melalui magang maupun visa kerja. Sepanjang tahun 2024 sekitar perusahaan Jepang datang ke kami untuk kerja sama,” sebutnya. 

Dadang Hermawan memaparkan, sebelumnya melalui salah satu unit usahanya yakni LPK Darma, ITB STIKOM Bali dan Univeritas Teknologi Bandung sudah mengirim sekitar 700 mahasiswa ke Jepang menggunakan visa magang.  

“Biasanya setelah magang 3 tahun, barulah mereka pindah ke visa kerja. Berbeda dengan Wayan Wisnu Wicaksana yang kami berangkatkan ke Jepang dengan visa kerja setelah kami menjalin kerja sama dengan PT Tsubasa International sebagai lembaga penyalur di Jepang,” tutur Dadang.  

Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar Ida Bagus Dharmadiaksa dalam arahannya menambahkan, ketika mendirikan ITB STIKOM Bali 22 tahun lalu pihak yayasan berkomitmen menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, baik kemampuan akademiknya maupun soft skill-nya.

“Karenanya apapun program yang dijalankan rektor untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa pasti kami dukung,” tegas Dharmadiaksa.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top