"Kami yakin hal itu bisa kami laksanakan. Dengan dukungan KONI, Disdikpora, dan seluruh stakeholder, perkembangan korfball di Kabupaten Buleleng astungkara akan berlangsung dengan lancar," kata Agus.
Sosialisasi akan menyasar sekolah dengan menggandeng guru PJOK, MGMP, KKGO, dan Disdikpora Buleleng. PKSI juga berencana memperkenalkan korfball melalui ruang publik, termasuk Car Free Day.
"Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan sosialisasi baik di lapangan-lapangan, fasilitas umum, termasuk yang kami sasar adalah Car Free Day," ujar Agus.
Selain pelajar dan masyarakat umum, sosialisasi juga menyasar atlet cabang olahraga sejenis, seperti bola basket. Menurut Agus, teknik dasar kedua olahraga tersebut memiliki sejumlah kemiripan.
"Kami akan melaksanakan sosialisasi mengenalkan olahraga korfball atau bola keranjang ini kepada masyarakat umum, dunia pendidikan, dan juga para atlet olahraga sejenis, misalnya bola basket, karena teknik dasarnya serupa," jelasnya.
Korfball Buleleng juga memiliki modal awal berupa sumber daya manusia (SDM). Dua pengurus PKSI Buleleng, Masyita Siregar, S.Pd., M.Pd., dan Wayan Cindy Astutik, memiliki pengalaman bermain korfball di tingkat nasional melalui PON Aceh dan Sumatera Utara XXI tahun 2024.
"Potensi kita luar biasa, dari sisi pengurus saja kita sudah ada dua atlet korfball yang sudah memiliki pengalaman bermain di tingkat nasional dalam hal ini PON di Aceh kemarin, ada dua dan ini siap untuk membina, jadi dari sisi SDM kepelatihan sudah ada," katanya.










