Kolaborasi Barongsai, Barong Ket, dan Barong Landung, Bius Ribuan Penonton

”Saya melihat dimana kebudayaan Tionghoa yang ada di Kabupaten Buleleng merupakan asset pemerintah daerah yang telah memperkaya miltikultura serta keberagaman yang ada di Bali Utara. quot; Salah satu indikator yang mendukung pernyataan tersebut yaitu orang Bali menganggap orang China sebagai kakak tertua dan memasukan unsur-unsur budaya China dalam kesenian dan ritual adat,” jelas Suradnyana/Lebih lanjut Bupati Suradnyana menyebutkan, begitu banyak akulturasi budaya antara Bali dan China. Cerita Sampik Ingtai menjadi salah satunya. Selain itu, penggunaan uang kepeng dalam setiap upacara agama Hindu di Bali juga ditengarai sebagai bagian akulturasi budaya masa lalu.

”Dari keterkaitan di bidang sejarah antara kebudayaan China dan Bali, maka dapat kita jadikan awal kerja sama antara Pemkab Buleleng dengan Konjen RRT dalam bentuk kerja sama ekonomi dan budaya dan Cina,”lanjutnya. Sementara itu, Konsul Jenderal Gou Houdong menyambut baik kerja di bidang kebudayaan antara Konjen RRT dengan Pemkab Buleleng. Dia memuji penampilan kesenian dua kebudayaan kali ini. Menurutnya, penampilan dua kebudayaan dalam satu panggung ini menjadi penampilan paling menarik yang pernah disaksikannya.

”Saya tau bahwa Pemkab Buleleng telah bekerja sangat keras dan bekerja sama dengan organisasi Tionghoa yang ada di Buleleng untuk mewujudkan acara ini. Begitu kami saksikan sungguh luar biasa,”pujinya. Gou Houdong juga memberikan apresiasi atas kolaborasi Barongsai dan Barongket ini. Menurutnya, kedua tari barong itu memiliki kemiripan yang sangat besar. Bahkan dari kata barong yang digunakan pada kedua kesenian itu, dianggapnya telah membuktikan adanya keterkaitan sejarah di masa lalu.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top