Dalam sambutannya, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Kolaborasi Nasional antara Unwar dan Universitas Gadjah Mada ini merupakan yang kedua kalinya, setelah sukses dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, kolaborasi tahun ini semakin diperkuat, salah satunya dengan pertukaran lokasi pengabdian—mahasiswa Unwar diterjunkan ke Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, sementara mahasiswa UGM melaksanakan KKN di Bali.
Rektor juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi semacam ini dapat berkembang ke tingkat internasional, termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi dari Malaysia dan negara-negara ASEAN lainnya.
Pihaknya mengapresiasi semangat mahasiswa, khususnya peserta perempuan yang jumlahnya cukup besar dan menunjukkan keberanian serta antusiasme tinggi dalam mengikuti program.
Selain itu, Rektor menyoroti sejumlah persoalan lokal seperti pengolahan sampah organik dan penanganan hasil panen salak di Desa Sibetan.
Ia menilai tantangan-tantangan tersebut bisa dijadikan peluang oleh mahasiswa untuk menerapkan pendekatan lintas disiplin ilmu dalam mencari solusi.
Para peserta juga diingatkan agar siap menghadapi kondisi lapangan, mampu beradaptasi dengan kehidupan desa, serta hadir sebagai fasilitator yang mendampingi masyarakat, bukan sekadar pelaksana program.
Ia berharap, apa yang dilakukan dan ditinggalkan oleh mahasiswa selama KKN dapat menjadi inspirasi serta warisan program yang berkelanjutan bagi generasi berikutnya.










