Di sektor pendidikan kesehatan, mahasiswa KKN IPE memberikan edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut, Kawasan Tanpa Rokok (KTR), serta Gizi Seimbang kepada siswa SD Negeri 1 Mengwitani. Materi disampaikan dengan metode komunikatif dan aplikatif guna menanamkan perilaku hidup sehat sejak usia sekolah. Selain itu, edukasi pencegahan anemia, diabetes melitus, dan kesehatan mental juga diberikan kepada siswa SMK Pariwisata dan TI Mengwitani sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan remaja.
Koordinator mahasiswa KKN IPE Desa Mengwitani, I Made Putra Apriawan, menyampaikan bahwa KKN IPE tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat. “Kami memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana dan konsep Desa Tangguh Bencana (DESTANA) agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi risiko bencana,” jelasnya.
Upaya pemberdayaan masyarakat turut diwujudkan melalui demonstrasi pengolahan pangan lokal berbahan buah naga menjadi kue hylorea yang ditujukan kepada kader posyandu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan pangan lokal bernilai gizi sekaligus mendorong kreativitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, kepedulian terhadap kesehatan lingkungan diwujudkan melalui edukasi pengelolaan sampah dan pembuatan lubang biopori di sejumlah titik strategis desa, seperti Kantor Perbekel dan Kantor Sekretariat Desa Mengwitani. Program ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah organik serta meningkatkan resapan air hujan.
Melalui KKN IPE ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar interprofesional, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan penguatan pembangunan kesehatan berbasis desa secara berkelanjutan.










