KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar Integrasikan Pendidikan dan Aksi Kesehatan di Desa Mengwitani

IMG-20260209-WA0000
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Interprofessional Education (IPE) Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Mengwitani, Mengwi, Badung.

MANGUPURA-fajarbali.com | Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Denpasar kembali menegaskan perannya dalam penguatan pendidikan kesehatan berbasis masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Interprofessional Education (IPE) di Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Kegiatan ini berlangsung selama tiga pekan, mulai 19 Januari hingga 8 Februari 2026.

Mengusung tema “Generasi Muda Tangguh, Hidup Sehat Bebas Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular,” KKN IPE ini menjadi wahana pembelajaran kolaboratif bagi 240 mahasiswa lintas program studi, yakni Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Kesehatan Gigi, Kesehatan Lingkungan, serta Teknologi Laboratorium Medis. Mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan teori akademik dengan praktik lapangan dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan primer di tingkat desa.

Kegiatan KKN IPE diawali dengan pembukaan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar dan dilanjutkan dengan survei kesehatan keluarga. Survei ini bertujuan melakukan skrining penyakit menular dan penyakit tidak menular, merumuskan masalah kesehatan, menentukan prioritas masalah, serta menyusun rencana tindak lanjut yang berbasis kebutuhan masyarakat Desa Mengwitani.

Hasil survei menunjukkan bahwa hipertensi masih menjadi masalah kesehatan dominan, khususnya pada kelompok lansia. Menindaklanjuti temuan tersebut, mahasiswa melaksanakan program skrining penyakit tidak menular, edukasi kesehatan, terapi komplementer, serta senam sehat lansia sebagai bentuk intervensi promotif dan preventif. Program ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran mahasiswa dalam penerapan asuhan kesehatan berbasis komunitas.

Di sektor pendidikan kesehatan, mahasiswa KKN IPE memberikan edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut, Kawasan Tanpa Rokok (KTR), serta Gizi Seimbang kepada siswa SD Negeri 1 Mengwitani. Materi disampaikan dengan metode komunikatif dan aplikatif guna menanamkan perilaku hidup sehat sejak usia sekolah. Selain itu, edukasi pencegahan anemia, diabetes melitus, dan kesehatan mental juga diberikan kepada siswa SMK Pariwisata dan TI Mengwitani sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan remaja.

BACA JUGA:  Kesehatan Gigi Pengaruhi Kualitas Hidup, Poltekkes Kemenkes Denpasar Berdayakan Kader Kesehatan Bayung Gede

Koordinator mahasiswa KKN IPE Desa Mengwitani, I Made Putra Apriawan, menyampaikan bahwa KKN IPE tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat. “Kami memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana dan konsep Desa Tangguh Bencana (DESTANA) agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi risiko bencana,” jelasnya.

Upaya pemberdayaan masyarakat turut diwujudkan melalui demonstrasi pengolahan pangan lokal berbahan buah naga menjadi kue hylorea yang ditujukan kepada kader posyandu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan pangan lokal bernilai gizi sekaligus mendorong kreativitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, kepedulian terhadap kesehatan lingkungan diwujudkan melalui edukasi pengelolaan sampah dan pembuatan lubang biopori di sejumlah titik strategis desa, seperti Kantor Perbekel dan Kantor Sekretariat Desa Mengwitani. Program ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah organik serta meningkatkan resapan air hujan.

Melalui KKN IPE ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar interprofesional, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan penguatan pembangunan kesehatan berbasis desa secara berkelanjutan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top