BANGLI-fajarbali.com | Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) dari Jurusan Kesehatan Gigi, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar yang diketuai drg. Sagung Agung Putri Dwiastuti. M.Kes, melaksanakan pengabdian di Desa Wisata Bayung Gede, Kintamani, Bangli.
Dengan melibatkan anggota, Dr. drg. I.A. Dewi Kumala Ratih, M.M., I Wayan Surasta, S. Kep., M. Fis, serta, mahasiswa Ni Wayan Seli Handayani dan I Kadek Doni Herdianan, pengabdian masyarakat ini mengusung "Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Wisata Bayung Gede dalam Upaya Perawatan Karies Gigi dan Mencegah Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM).
Sagung Dwiastuti menjelaskan, kegiatan telah dilaksanakan dua tahap. Pertama pada 9 Juli 2025 dibuka langsung Perbekel Desa Bayung Gede I Wayan Suarjaya dan diikuti oleh 30 orang kader.
"Pengabmas ini bertujuan memberdayakan masyarakat desa melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Bayung Gede dalam Upaya Peningkatan Perawatan Karies gigi dan mencegah risiko terjadinya PTM," jelasnya.
Proporsi masyarakat di Provinsi Bali yang mengalami gigi berlubang masih tinggi, yaitu 41,06 %, mendapat perawatan 5,94 %. Kabupaten Bangli yang merupakan salah satu kabupaten di provinsi Bali memiliki kasus gigi berlubang lebih tinggi, tertinggi yaitu 45,58 % dan hanya 3,69 % mendapat perawatan.
Hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih serius, bukan saja oleh tenaga medis, namun juga masyarakat. Mengingat gigi berlubang apabila dibiarkan terus berlanjut menjadi pulpitis dan seterusnya keradangan pada gigi dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada organ tubuh lainnya seperti sinusitis, maag, ginjal, jantung, yang dikenal dengan infeksi fokal.










