Kesehatan Gigi Pengaruhi Kualitas Hidup, Poltekkes Kemenkes Denpasar Berdayakan Kader Kesehatan Bayung Gede

IMG-20250828-WA0000
Pemberdayaan kader kesehatan untuk mencegah penyakit gigi, mulut dan penyakit tidak menular warga Desa Bayung Gede, Kintamani, Bangli.

Teori infeksi fokal rongga mulut telah dikenal sejak awal 1900-an, infeksi gigi menyebabkan berbagai penyakit sistemik. Penelitian terbaru membuktikan bahwa infeksi rongga mulut dapat menyebar secara sistemik. 

Beberapa penyakit yang disebabkan fokal sepsis adalah endokarditis, neuritis, myalgia, osteomyelitis, pneumonia, diabetes (PTM), emfisema, urtikaria, eczema, acne.

Menurut pengabdi, masalah kesehatan gigi tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga terjadi pada anak-anak, hal ini memprihatinkan karena masih banyak orang tua yang berpendapat bahwa gigi sulung tidak perlu dirawat, dan tidak tahu akibat yang akan terjadi bila gigi sulung tidak dirawat dengan baik. 

"Kualitas hidup dapat terganggu karena masalah kesehatan gigi pada anak akan mengganggu gambaran diri dan hubungan sosial, mengganggu kesehatan umum, seperti penyakit gastroinstestinal dan pertumbuhan yang tidak sempurna atau terhambat (terutama dalam hal berat dan tinggi badan) yang dapat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan anak," jelasnya.

Hal tersebut diperkuat oleh hasil-hasil beberapa penelitian yang menyatakan bahwa karies gigi pada anak yang dibiarkan terus-menerus sehingga menyebabkan infeksi odontogenik, akan menurunkan kualitas hidupnya di kemudian hari.

Sehingga, pengabdi berpandangan, pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan gigi dan mulut, merupakan salah satu cara untuk mendukung pelaksanaan pembangunan kesehatan, salah satu diantaranya dengan pemberdayaan kader kesehatan melalui program Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top