Kisah Heroik Puputan Badung Bergema di Karnaval Nusantara TMII

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar terus melakukan berbagai promosi pariwisata budaya. Seperti Dinas Kebudayaan Kota Denpasar mempromosikan wisata budaya melalui Karnaval Keprajuritan Nusantara yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah, Minggu sore (19/11/2017).

 

DENPASAR-fajarbali.com | Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara yang menghadiri karnaval tersebut mengatakan, dengan melibatkan seniman-seniman Kota Denpasar  konsisten melestarikan budaya yang juga sebagai salah satu daya tarik wisata di Kota Denpasar. Mengingat pariwisata yang lebih dominan dikembangkan di Kota Denpasar adalah pariwisata budaya. “Untuk itu perlu terus dilakukan promosi tersebut malalui even-even seperti ini,” ungkap Rai Iswara.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Gusti Ngurah Mataram menambahkan, promosi pariwisata budaya yang dilaksanakan selain untuk melestarikan budaya juga untuk mengembangkan seni dan budaya yang telah ada. Melalui even ini Kota Denpasar dapat memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia khususnya yang ada di Jakarta tentang budaya yang ada di Kota Denpasar khususnya dan di Bali pada umumnya. Mengingat dalam karnaval keprajuritan nusantara yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah diikuti seluruh provinsi yang ada di Indoensia.

Disamping itu menurut Ngurah Mataram partisipasi dalam even ini juga untuk memeriahkan kesenian tahunan yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah. Dalam karnaval keprajuritan yang melibatkan ratusan seniman Kota Denpasar ini menampilkan garapan dengan mengangkat tema Puputan Badung. Diangkatnya tema Puputan badung diharapkan dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan termasuk juga memotivasi kewiraan di kalangan generasi muda.

Dalam kisah Puputan Badung yang dibawakan para seniman Denpasar ini menceritakan perjuangan I Gusti Ngurah Made Agung yang memimpin pasukannya untuk melawan Belanda sampai terjadi puputan. Perang puputan ini diawali dengan penolakan I Gusti Ngurah Made Agung tunduk terhadap Belanda. Hal ini membuat Belanda melakukan penyerangan yang dimulai 14 September 1906.  Dan pada 16 September 1906 Belanda mampu menyerang Puri Denpasar dimana I Gusti Ngurah Made Agung memimpin langsung perlawanan tersebut sampai dilaksanakannya perang Puputan.

Karenanya, jiwa patriotisme I Gusti Ngurah Made Agung harus terus dikobarkan di kalangan generasi muda sekarang ini untuk menjaga kesatuan dan kesatuan bangsa. “Kami berharap Puputan Badung ini selalu dapat membangkitkan jiwa nasionalis semua kalangan termasuk generasi muda sekarang ini,” harap Ngurah Mataram.

Direktur Budaya TMII, Sulistyo Tirto Kusumo mengatakan karnaval ini digelar setiap tahun. Hal itu untuk mengingatkan perjuangan Indonesia agar menjadi suri tauladan dalam meneruskan cita-cita pejuang. “TMII sebagai pelestari budaya Indonesia, terus berupaya menampilkan kegiatan ini,” tegasnya. (car)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sebagian Kota Gianyar Padam Listrik

Sen Nov 20 , 2017
Di saat jam kerja, Senin (20/11/2017) sekitar pukul 09.00 Wita kabel listrik di Jalan Astina selatan, Gardu belakang DPRD Gianyar terbakar. Warga sekitar gardu menyebutkan sebelum terbakar, terdengar suara ledakan dan mengeluarkan api. Listrik langsung padam saat itu juga dan beberapa saatnya upaya perbaikan dilakukan. GIANYAR-fajarbali.com | Saksi kejadian, Nengah Sumarni […]

Berita Lainnya