Pemogan Rusuh, Puluhan Orang Serang Kos-kosan, Lempari Rumah, 1 Mobil Dirusak

IMG_20260426_174548
KERIBUTAN-Keributan pecah di kawasan Pemogan, Denpasar Selatan hingga mobil Inova rusak akibat lemparan batu.
DENPASAR -fajarbali.com |Puluhan pemuda pendatang menyerang kamar kos-kosan di Jalan Tunjung Biru Lingkungan Taruna Bineka, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, pada Minggu 26 April 2026 sekitar pukul 01.00 dini hari. Mereka datang membawa parang dan melakukan pelemparan batu ke rumah warga. Selain merusak rumah warga, dilaporkan 1 unit mobil Inova DK 1302 ADF mengalami kaca pecah pada bagian belakang. 
 
Keributan dua kelompok pemuda ini dipicu masalah mabuk-mabukkan hingga terjadi salah paham dan ketersinggungan. Salah seorang pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian bernama Gregorius Andrean Solo (22). Mahasiswa asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Denpasar Selatan. 
 
Menurut Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, kejadian bermula Andrean Solo awalnya datang ke kamar kos temannya bernama Kristian Ama Kii (21). Kebetulan, saksi Kristian asal Sumba Barat Daya, NTT, sedang mengerjakan tugas bersama teman-temanya, Edis, dan Gusti. 
 
Saat mengerjakan tugas, Kristian mengajak Andrean meneguk minuman beralkohol. Tak lama, Kristian mengajak rekan mereka kakak beradik yang ada di kamar kos nomor 10, yakni Andre Nani dan Ino Nani ikut bergabung ke kamar nomor 7 (TKP). 
 
"Mereka meneguk minuman keras di kamar kos sambil mengerjalan tugas kuliah," ungkap Iptu Azel. 
 
Beberapa saat, Andre Nani menerima panggilan telepon dari seseorang dan berbicara dengan nada keras. Suara keras tersebut membuat tetangga kos merasa terganggu. Tapi, Andre Nani malah tersinggung setelah ditegur tetangga. 
 
"Tidak terima ditegur, Andre Nani emosi dan hendak memukul tetangga kos yang menegur tersebut, dan  tidak sengaja menyenggol gelas minum dan pecah," bebernya. 
 
Merasa khawatir, Andrean Solo dan Kristian melerai Andre Nani cekcok dengan tetangga. Situasi makin ruwet setelah saksi Ino Nani tanpa sengaja menginjak pecahan gelas kaca yang pecah tadi. 
 
Kaki Ino Nani terluka dan berdarah. Ia lantas menanyakan siapa yang memecahkan gelas tersebut. Secara spontan, Andrean Solo menjawab dirinyalah yang memecahkan gelas tersebut. Sehingga, terjadi ketegangan antara Andrean Solo dan Ino Nani. 
 
"Lantas, Andrean Solo memaki-maki Ino Nani hingga membuat kakaknya Andre Nani tidak terima. Andre Nani lantas memukul Andrean Solo," beber Iptu Azel. 
 
Pertengkaran yang dipicu alkohol tersebut berubah jadi cekcok besar. Melihat itu, saksi Kristian melerai dengan menarik Andrean Solo dari kos dan menyuruhnya pulang. Saksi mengantarnya sampai depan gang. 
 
Namun, sekitar satu jam kemudian, Andrean Solo datang lagi ke kos tersebut membawa 20 orang temannya. Ia diduga tidak terima dipukul dan berniat membalas dendam. 
 
"Dari keterangan para saksi, Andrean Solo datang bersama sekitar 15 sampai 20 orang temanya ke lokasi untuk mencari Andre Nani dan Ino Nani. Setiba di lokasi, terjadi aksi saling lempar batu dan keributan pun pecah," beber Iptu Azel. 
 
Sementara itu, salah satu penghuni bernama Mardianto Tanggela (24) yang mendengar keributan tersebut keluar kamar dan mencoba memindahkan sepeda motor. Tapi, salah seorang pelaku datang sambil mengancam para penghuni kos dengan mengatakan 'Cari orang kamar nomor 10 kalo tidak besok pagi kami datang dan akan mengeluarkan seluruh penghuni kos'. 
 
Sekitar pukul 03.00 Wita, para penyerang bubar, setelah Kepala Dusun dan pecalang tiba di lokasi. Begitu pula dengan aparat kepolisian Polsek Denpasar Selatan juga datang dan melakukan penyelidikan. 
 
Dalam aksi penyerangan tersebut, sebuah mobil Toyota Innova DK 1302 ADF yang terparkir di lokasi mengalami kerusakan, kaca belakang pecah. Pemilik mobil Chevy Agung Martadewa mengaku kendaraan tersebut merupakan mobil rental yang disewanya. 
 
"Pemilik mengaku tidak mengenal pihak yang terlibat bentrok hingga menyebabkan kaca belakang mobilnya pecah. Korban mengalami kerugian material ditaksir sejumlah Rp1,5 juta," beber Iptu Azel. 
 
Sementara dari kejadian itu, saksi Kristian mengalami luka lecet pada bagian perut akibat terkena lemparan batu. Sedangkan Polisi telah mengamankan Andrean Solo untuk dimintai keteranganya. 
 
"Andrean Solo sudah diamankan dan masih diperiksa di Polsek Denpasar Selatan. Pelaku 20 orang lainnya masih diselidiki," tandasnya. R-005 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top