BULELENG-fajarbali.com | Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi antara Badan Anggaran DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Buleleng, yang diselenggrakan di Ruang Gabungan Komisi Gedung Dewan Buleleng, Selasa (10/6/2025). Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya menyampaikan bahwa kedepan dalam penyusunan APBD baik Induk maupun Perubahan agar dirancang lebih realistis.
Menurutnya dalam rancangan APBD tahun 2025 dinilai masih perlu adaya penyempurnaan dan koordinasi lebih lanjut, terutama terkait dengan penggunaan silpa terarah yang dipasang untuk silpa bebas, mengingat terkait dengan pemanfaatan silpa diawal memiliki resiko.”Lebih baik nanti dalam perubahan penggunaannya baru kita tentukan setelah diaudit dari BPK, sehingga kita tahu hal apa yang kita bisa perioritaskan terkait penggunaan dan silpa tersebut,”ujarnya saat ditemui usai memimpin rapat.
Terkait dengan postur anggaran, diakui memang terdapat lonjakan dari sisi belanja pegawai sekitar lima puluh enam persen.”Hal ini terjadi mengingat peningkatan tersebut dialokasikan untuk belanja gaji pegawai PPPK yang sebelumnya dipergunakan untuk belanja gaji tenaga kontrak, sehingga otomatis perlu ditambah lagi anggarannya,”imbuhnya.
Menjawab pertanyaan dari Anggota terkait adanya peningkatan pendapatan dari pos pendapatan lain-lain yang sah hingga mencapai 27 miliar, menurutnya sesuai dengan penjelasan dari TAPN memang ada peningkatan yang cukup signifikan mengingat adanya pengembalian silva dari KPU dan Bawaslu dan dari sumber-sumber lain yang lebih lanjut akan dijelaskan oleh TAPD.










