Ketersediaan Minim, Harga Masker Bedah Masih Tinggi

DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Di tengah pandemi Covid-19 yang semakin mengancam perekonomian Bali, masyarakat pun dibuat resah terhadap tingginya angka kasus Covid-19 disetiap harinya. Untuk mengantisipasi penularan virus tersebut, masyarakat gencar melakukan pencegahan salah satunya dengan menggunakan masker dan hand sanitizer.

 

 

Namun, keberadaan masker khususnya masker bedah (masker midical) saat ini masih mengalami kelangkaan sehingga membuat harganya tinggi di pasaran. Meski saat ini telah banyak bermunculan produk masker kain, namun masker bedah masih tetap dibutuhkan terutama untuk profesi di bidang kesehatan.

 

Dedi Rusadi yang merupakan distributor obat dan alat kesehatan di Denpasar mengatakan, untuk saat ini stok masker bedah masih sangat terbatas. Pihaknya membatasi jumlah pengambilan oleh pelanggan yang lebih difokuskan kepada rumah sakit rujukan covid-19. “Ketersediaan masker bedah disesuaikan dengan jumlah yang diberikan oleh kantor pusat dan pabrikan,” ujarnya.

 

Ia mengaku, ketersediaan masker menjadi langka bukan hanya permintaannya saja yang cukup tinggi, namun menurutnya ini dikarenakan suplai dari pabrik juga sangat minim saat ini. "Penurunan suplai terjadi hingga 80 persen dibandingkan kondisi normal sebelum pandemi covid-19. Berbulan-bulan kami terkadang tidak mendapatkan stok dari pabrik,” terangnya.

 

Ditanya soal harga, Dedi mengatakan, harga yang diberikan ke pelanggannya di bawah Rp150 ribu per boks. Harga ini tentunya masih sangat tinggi dibandingkan dengan harga pada kondisi normal yang per boks hanya dijual Rp20 ribu- Rp25 ribu. “Harga ditentukan dari pusat dan kami di cabang menyesuaikan dengan harga yang sudah ditentukan,” paparnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top