Peningkatan stok yang signifikan ini merupakan hasil dari tingginya realisasi penyerapan sejak awal tahun 2026. Saat ini, BULOG mengelola 1.540 unit gudang milik sendiri dengan total kapasitas mencapai 3,06 juta ton. Efisiensi manajemen penyimpanan terus ditingkatkan demi memastikan kualitas beras tetap terjaga selama masa penyimpanan di gudang-gudang resmi milik negara.
Untuk mengantisipasi lonjakan volume hasil panen, BULOG juga menjalankan langkah strategis dengan menambah kapasitas penyimpanan melalui gudang non-BULOG dan skema sewa. Tercatat sebanyak 1.254 unit gudang tambahan dengan kapasitas 2,68 juta ton telah dioperasikan. Langkah ekspansif ini memastikan seluruh stok tersimpan secara aman dan tersebar merata di berbagai titik strategis di Indonesia.
Tahun ini, BULOG mematok target penyerapan gabah dan beras yang ambisius, yakni sebesar 4 juta ton setara beras. Angka ini meningkat dibanding target tahun sebelumnya, mencerminkan optimisme pemerintah terhadap produksi tani dalam negeri. Keberhasilan penyerapan ini menjadi pilar utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Muhamad Anwar menambahkan, jajaran BULOG kini menerapkan pola "jemput bola" dengan turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi. Melalui sinergi dengan mitra kerja di daerah, BULOG berupaya memaksimalkan serapan produksi petani lokal. “Langkah proaktif ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik bahwa cadangan pangan nasional dikelola secara profesional dan transparan,” tutupnya. (M-001)










