Ketahanan Pangan Solid, BULOG Bali Siagakan 13.000 Ton Beras untuk Masyarakat

2026-04-20-at-09.42.50
Komitmen BULOG jaga stabilitas pasokan dan harga beras.

DENPASAR-fajarbali.com | Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional seiring dengan posisi stok beras pemerintah yang berada pada level sangat aman. Saat ini, total cadangan beras yang dikuasai BULOG secara nasional mencapai 4,88 juta ton. Angka ini menjadi bukti nyata kesiapan pemerintah dalam menjamin ketersediaan kebutuhan dasar bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Guna memastikan kondisi di lapangan, Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang BULOG Danurejo, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/04). Didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya, Presiden memantau langsung kualitas dan kelancaran distribusi pangan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa cadangan pangan nasional siap dimobilisasi kapan pun dibutuhkan oleh rakyat.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Jaya, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan arahan langsung Presiden untuk menjamin stabilitas stok. “Pemerintah ingin memastikan tidak ada kendala dalam rantai pasok, terutama pada komoditas beras. Dengan ketersediaan yang melimpah, diharapkan fluktuasi harga di pasar dapat ditekan seminimal mungkin guna menjaga daya beli masyarakat,” jelasnya.

Kondisi serupa terlihat di Provinsi Bali, di mana seluruh gudang BULOG di kabupaten/kota dilaporkan telah terisi penuh. Pemimpin Perum BULOG Kanwil Bali, Muhamad Anwar, mengungkapkan bahwa saat ini tersedia stok sebanyak 13.000 ton setara beras. “Ketersediaan stok yang optimal ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal serta menjaga stabilitas harga di wilayah Pulau Dewata,” ujarnya.

Peningkatan stok yang signifikan ini merupakan hasil dari tingginya realisasi penyerapan sejak awal tahun 2026. Saat ini, BULOG mengelola 1.540 unit gudang milik sendiri dengan total kapasitas mencapai 3,06 juta ton. Efisiensi manajemen penyimpanan terus ditingkatkan demi memastikan kualitas beras tetap terjaga selama masa penyimpanan di gudang-gudang resmi milik negara.

BACA JUGA:  “Darkness Is White”, Pameran Karya I Gusti Nyoman Lempad Dengan Sentuhan Multimedia Di Nusa Dua

Untuk mengantisipasi lonjakan volume hasil panen, BULOG juga menjalankan langkah strategis dengan menambah kapasitas penyimpanan melalui gudang non-BULOG dan skema sewa. Tercatat sebanyak 1.254 unit gudang tambahan dengan kapasitas 2,68 juta ton telah dioperasikan. Langkah ekspansif ini memastikan seluruh stok tersimpan secara aman dan tersebar merata di berbagai titik strategis di Indonesia.

Tahun ini, BULOG mematok target penyerapan gabah dan beras yang ambisius, yakni sebesar 4 juta ton setara beras. Angka ini meningkat dibanding target tahun sebelumnya, mencerminkan optimisme pemerintah terhadap produksi tani dalam negeri. Keberhasilan penyerapan ini menjadi pilar utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Muhamad Anwar menambahkan, jajaran BULOG kini menerapkan pola "jemput bola" dengan turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi. Melalui sinergi dengan mitra kerja di daerah, BULOG berupaya memaksimalkan serapan produksi petani lokal. “Langkah proaktif ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik bahwa cadangan pangan nasional dikelola secara profesional dan transparan,” tutupnya. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top