“Kami berharap program ini dapat menciptakan tenaga kerja kreatif yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Arga.
Materi pelatihan yang diberikan tersebut selaras dengan kecakapan yang paling dibutuhkan oleh pelaku subsektor film dan animasi di Indonesia, yakni pembuatan aset animasi 3 dimensi (3D) sekaligus pembuatan gerak animasi 3D.
Jumlah lulusan program pendidikan dan pelatihan (diklat) 3 in 1 yang diselenggarakan BDI Denpasar mencapai sebanyak 2.150 orang lulusan pada 2022 dan 2.996 orang lulusan pada 2023, sehingga kolaborasi ini diharapkan dapat semakin melengkapi talenta dalam negeri.
Dimitri menambahkan, ketertarikan dan motivasinya untuk berkontribusi dalam seminar ini didasari keyakinan bahwa generasi muda harus senantiasa mengikuti perkembangan teknologi yang saat ini tumbuh dengan pesat.
"Harapan saya, kita dapat mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain yang telah lebih dahulu memanfaatkan perkembangan teknologi secara optimal. Saya pribadi berharap dapat senantiasa berperan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di sektor industri kreatif,” harap Dimitri.
Sementara, Adrian Lesmono, selaku Country Consumer Business Lead, Indonesia, NVIDIA, membeberkan, teknologi NVIDIA GeForce RTX tengah meningkatkan performa dan kapabilitas dari Unreal Engine 5 dan menghadirkan real time graphics dan pengalaman yang paling imersif serta realistis.
Melalui integrasi fitur-fitur termutakhir seperti DLSS (Deep Learning Super Sampling), RTX Global Illumination (RTXGI), dan RTX Direct Illumination (RTXDI), kreator dari berbagai industri, termasuk perfilman, akan dimampukan untuk menciptakan konten dengan kualitas tidak tertandingi serta mendobrak real-time 3D rendering dan pengalaman-pengalaman interaktif.










