Berdasarkan data dari Lembaga Demografi FEB UI, subsektor film animasi dan video pada tahun 2020 memberikan sumbangsih sebesar 0,21% terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) nasional dan serapan pekerja sebanyak 42.053 individu, masih ada ruang pertumbuhan bagi subsektor film dan animasi, khususnya di Bali yang selama ini konsisten menjadi lokasi syuting favorit untuk film-film internasional dan didukung komunitas perfilman yang terus berkembang.
Ditopang talenta-talenta kreatif yang mumpuni, Bali sangat berpotensi menjadi pusat industri perfilman Indonesia.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrohkan, menjelaskan, pengembangan industri kreatif tidak hanya bertujuan untuk kesinambungan ekonomi itu sendiri, namun juga berperan mempromosikan pertumbuhan yang inklusif, termasuk membuka lapangan pekerjaan untuk generasi muda yang merupakan populasi terbesar di Indonesia saat ini.
“Indonesia adalah salah satu contoh negara yang telah merasakan keuntungan dari tumbuhnya industri kreatif. Para generasi muda memiliki potensi yang luar biasa dan perlu diasah serta dikembangkan melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Arga Mahendra, Kepala BDI Denpasar, menyatakan bahwa BDI Denpasar sebagai satuan kerja di bawah BPSDMI Kemenperin menyambut baik kolaborasi ini.
Dukungan dari Unreal Engine Indonesia Chapter, NVIDIA, dan Gigabyte memungkinkan BDI Denpasar untuk memberikan pelatihan yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.










