Selain pemberian keterampilan teknis berselancar, anak-anak juga mendapatkan donasi papan selancar dari para donatur. ”Saya semakin bersemangat mencoba belajar selancar, selama ini hanya ikut lomba berenang saja, dan belum pernah mencoba berselancar. Di acara ini saya tidak hanya bertemu banyak teman tapi juga bisa belajar dari para instruktur yang dengan sabar membimbing kami semua,” ucap Apliana Dedu Ngara, siswi sekolah menengah pertama dari Desa Baliloku yang menjadi salah satu peserta acara ini.
Di tempat yang sama, Vice President Program Konservasi Indonesia, Fitri Hasibuan mengungkapkan bahwa kemah konservasi selancar menjadi satu pendekatan yang dilakukan untuk membangun generasi peselancar berikutnya yang memiliki kesadaran lingkungan dan budaya lokal dengan berbasis pada keadilan gender dan kesetaraan sosial. “Kami yakin kegiatan ini adalah langkah yang baik untuk meningkatkan kepekaan anak-anak muda terhadap upaya perlindungan ombak kelas dunia dan ekosistem laut yang sangat penting untuk masa depan,” ungkapnya.
Acara Kemah Konservasi Selancar 2024 merupakan bagian dari program Konservasi Selancar yang diinisiasi oleh Konservasi Indonesia dan para mitra untuk meningkatkan kerja-kerja konservasi melalui dukungan kepada komunitas selancar untuk turut menjaga lingkungan. Di Indonesia, program Konservasi Selancar tidak hanya dilaksanakan di Sumba Barat tetapi juga di wilayah lainnya yaitu Nias, Sumatera Utara. (rl)










