Kemah Konservasi Selancar Pertama Digelar di NTT

1.Para peserta beserta undangan berfoto bersama seusai kegiatan pembukaan Kemah Konservasi Selancar di depan Pantai Kerewei, Sumba Barat[1]
Para peserta beserta undangan berfoto bersama seusai kegiatan pembukaan Kemah Konservasi Selancar di depan Pantai Kerewei, Sumba Barat. (ist)

 

SUMBA BARAT-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Puluhan anak muda dari empat desa pesisir di Kecamatan Laboya Barat, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur berkumpul di Pantai Kerewei dan Pantai Watu Bela, Desa Patiala Bawa untuk mengikuti kegiatan Kemah Konservasi Selancar (Surf Conservation Camp), sejak hari ini hingga 23 Oktober 2024. Kegiatan yang diinisiasi oleh Konservasi Indonesia (KI) dan Yayasan Satu Visi (YSV) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat ini bertujuan untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan ekosistem pesisir melalui pelatihan dalam keterampilan berselancar dan pendidikan lingkungan hidup.

Di pesisir Sumba Barat, potensi pariwisata selancar menjadi salah satu sektor yang menjanjikan. Berbagai ekosistem seperti mangrove, terumbu karang, dan padang lamun menjadi elemen krusial yang mendukung keberlanjutan wisata selancar. Selain membangun kapasitas anak muda dalam selancar, Kemah Konservasi Selancar juga bertujuan untuk menyatukan para peselancar, pecinta lingkungan, dan anggota masyarakat untuk membangun masa depan yang berkelanjutan bagi ekosistem laut pulau ini. Ekosistem-ekosistem ini berada dalam wilayah komunitas adat lokal yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan alam.

Wisata selancar saat ini sedang berkembang pesat di Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Barat. “Ini adalah ruang yang bisa kita pakai untuk mengembangkan wisata selancar sehingga menunjang perekonomian masyarakat. Tugas kami sebagai pemerintah akan terus mendukung program Konservasi Selancar (Surf Conservation) di Sumba Barat. Strategi pemerintah Sumba Barat dalam membangun daerah akan selalu melibatkan stakeholder seperti LSM, masyarakat, dan akademisi untuk pembangunan wilayah pesisir. Dari pemerintah di tingkat desa hingga pemerintah kabupaten, semua siap mendukung dan berkolaborasi dalam program ini," ujar Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Sumba Barat, Dra. Flouri Rita Wuisan, MM dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Kemah Konservasi Selancar.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top