Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan pada perayaan tahun ini adalah pelaksanaan Parade Budaya Kecamatan yang akan melibatkan seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng.
Dalam parade tersebut, masing-masing kecamatan akan menampilkan episode perjalanan tokoh sejarah Buleleng, Ki Barak Panji Sakti, mulai dari masa kecil hingga perjalanan perjuangannya dalam membangun Buleleng, serta hal-hal khas dari masing-masing kecamatan. Melalui parade tersebut, pemerintah ingin menampilkan kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Buleleng dari berbagai latar belakang.
“Tidak saja yang bernuansa Hindu, tetapi juga ada yang Muslim, ada etnis Konghucu, seperti hadrah dari Pegayaman maupun barongsai yang juga akan tampil. Jadi budaya-budaya yang ada di Kabupaten Buleleng kita tampilkan, sehingga kita semakin tahu bahwa Buleleng ini sebenarnya kaya akan budaya,” jelasnya.
Selain parade budaya, berbagai kegiatan lain juga akan dilaksanakan dalam rangkaian peringatan HUT Kota Singaraja, di antaranya lomba pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS) yang mengangkat isu lingkungan sebagai salah satu fokus pembangunan daerah.
Puncak peringatan HUT ke-422 Kota Singaraja rencananya akan digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno Singaraja dengan menghadirkan pementasan seni dan budaya sebagai perwujudan nyata semangat keberagaman yang menjadi tema utama perayaan tahun ini. @gus










