BULELENG-fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan bahwa keberagaman budaya masyarakat menjadi semangat utama dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat kegiatan jumpa pers terkait rangkaian peringatan HUT Ke-422 Kota Singaraja, Jumat (6/3/2026). Menurut Sutjidra, peringatan HUT Kota Singaraja tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah kota, tetapi juga menjadi ruang untuk merayakan heterogenitas masyarakat Buleleng.
Selama ratusan tahun, Kabupaten Buleleng dikenal sebagai wilayah yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis. Semangat keberagaman tersebut kemudian diangkat menjadi tema utama dalam perayaan tahun ini, yakni ‘Bhinneka Shanti Jagadhita’.
Tema ini mengandung makna bahwa Singaraja sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman, menjaga kedamaian dan keharmonisan, guna mewujudkan kesejahteraan bersama. Sutjidra menjelaskan, tema tersebut dipilih sebagai refleksi dari kehidupan masyarakat Buleleng yang selama ini mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan.
“Jadi kami terus mengharapkan dan juga merayakan bahwa masyarakat Buleleng, dalam rangka hari ulang tahun ini tetap menjunjung tinggi keberagaman dan perbedaan, kemudian tetap menjaga kedamaian dan keharmonisan menuju kesejahteraan atau kemakmuran,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan peringatan HUT Kota Singaraja telah dimulai dengan kegiatan jalan sehat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Selain itu, sejumlah kegiatan lomba juga akan digelar sebagai bagian dari upaya memeriahkan peringatan hari jadi kota kebanggaan masyarakat Buleleng tersebut.










